Cerita Nabi Adam dan Hawa Singkat dari Awal Hingga Wafat

Cerita Nabi Adam dan Hawa Singkat

Cerita Nabi Adam dan Hawa merupakan salah satu cerita yang diabadikan di dalam Al-Quran. Tujuan Allah mengabadikan cerita tersebut di dalam Al-Quran adalah agar kita sebagai hamba-Nya dapat mengambil pelajaran yang ada di cerita tersebut.

Nah, pada artikel kali ini, kami akan sedikit memaparkan kisah atau cerita Nabi Adam dan Hawa secara singkat yang bersumber dari buku kisah-kisah para Nabi yang ditulis oleh Ibnu Katsir. Mengingat cerita Nabi Adam dan Hawa yang dipaparkan di buku tersebut cukup panjang dan sulit dipahami, saya akan paparkan versi cerita Nabi Adan dan Hawa secara singkat agar lebih mudah dipahami para pembaca.

Jika Anda ingin membaca versi panjang dan lengkap Anda bisa membaca pada artikel berikut ini : https://www.nasehatquran.com/2022/12/kisah-nabi-adam-lengkap.html

Berikut naskah cerita Nabi Adam dan Hawa secara singkat :

Bismillahirrahmanirrahim.

Cerita Nabi Adam Sebelum Diciptakan

Nabi Adam adalah manusia yang pertama kali diciptakan oleh Allah subhanahu wata'ala untuk menjadi khalifah di bumi. Sebelum Nabi Adam diciptakan, Allah mengabarkan kepada para Malaikat terlebih dahulu bahwa diri-Nya hendak menciptakan khalifah di bumi. Mendengar kabar tersebut, malaikat bertanya kepada Allah mengenai apa hikmah dibalik kehendak Allah tersebut.

"Ya Allah, apakah Engkau hendak menciptakan makhluk yang akan berbuat kerusakan dan pertumpahan darah di bumi? Sementara kami senantiasa bertasbih memuji-Mu dan mensucikan-Mu." Tanya malaikat penasaran.

"Aku lebih mengetahui apa yang kalian ketahui." Jawab Allah kepada para malaikat.

Dari apa yang ditanyakan kepada para malaikat, kita mengetahui bahwa sebelum Nabi Adam diciptakan, ada makhluk lain yang pernah menghuni bumi. Makhluk tersebut merupakan makhluk yang suka berbuat kerusakan dan saling menumpahkan darah.

Cerita Nabi Adam Saat Diciptakan

Nabi Adam adalah manusia yang paling rupawan dan paling sempurna karena diciptakan langsung dengan tangan-Nya. Allah subhanahu wata'ala menciptakan Nabi Adam dari tanah liat. Setelah tanah liat itu dibentuk sedemikian sempurna, Allah meniupkan ruh ciptaan-Nya ke dalam diri Nabi Adam. Maka Nabi Adam pun hidup lalu bersin.

"Alhamdulillah" Ucap Adam.

"Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu)" Jawab Allah.

"Wahai Adam, pergilah kepada para Malaikat itu dan ucapkanlah 'Assalamualaikum' kepada mereka yang sedang duduk." Firman Allah kepada Nabi Adam.

Nabi Adam yang baru saja dihidupkan itu, langsung dapat memahami apa yang difirmankan oleh Tuhannya. Nabi Adam pun segera pergi menuju ke tempat perkumpulan para Malaikat itu dan berkata : "Assalamualaikum"

Setelah malaikat menjawab salam dari Nabi Adam, Nabi Adam pun kembali kepada Allah. Lalu, Allah tetapkan salam tersebut sebagai salam penghormatan bagi Adam dan keturunannya.

Cerita Nabi Adam dan Iblis yang Enggan Bersujud

Sebagaimana apa yang direncanakan oleh Allah sebelumnya, bahwa Allah menciptakan Nabi Adam untuk dijadikan sebagai khalifah di bumi. Oleh karena itu, Allah berikan bekal berupa ilmu pengetahuan kepada Nabi Adam agar dapat mengurus bumi dengan baik.

Allah mengajarkan banyak hal kepada Nabi Adam. Mulai dari nama-nama hewan, tanaman, malaikat, dan seluruh nama-nama zat beserta gerakannya baik yang kecil maupun yang besar, Allah ajarkan semuanya kepada Nabi Adam.

Setelah semua ilmu yang Allah ajarkan kepada Nabi Adam terserap dengan baik, Allah tunjukkan kemampuan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh Nabi Adam kepada para malaikat sebagai salah satu jawaban atas pertanyaan mereka di awal.

Pada mulanya Allah meminta kepada para malaikat untuk menyebutkan nama-nama benda yang ada di hadapan mereka. Ternyata, malaikat itu tidak mampu menyebutkan nama-nama tersebut. Namun, ketika Nabi Adam diperintahkan oleh Allah untuk menyebutkan nama-nama benda tersebut, ternyata Nabi Adam mampu menyebutkannya dengan baik.

"Sujudlah kalian kepada Adam!" Perintah Allah kepada para malaikat itu.

Seluruh malaikat pun langsung bersujud kepada Nabi Adam sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Adam atas kemuliaan yang Allah berikan kepadanya. Iblis yang saat itu berada di tengah-tengah malaikat justru merasa dengki sehingga enggan bersujud mematuhi perintah Allah.

Allah bertanya : "Apa yang menghalangimu sehingga kamu tidak mau bersujud ketika aku perintahkan padamu?"

"Ya Allah, aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Jawab Iblis dengan penuh kesombongan.

Sikap sombong Iblis membuat Allah semakin murka kepadanya. Akhirnya, Allah mengusir Iblis dari surga dan melaknatnya sampai hari kiamat. "Keluarlah kamu dari surga, sesungguhnya kamu terkutuk. Sesungguhnya kamu dilaknat sampai hari kiamat." Kata Allah kepada Iblis.

Iblis yang tidak terima dengan keputusan tersebut semakin dengki kepada Nabi Adam. Ia pun meminta kepada Allah untuk dihidupkan sampai hari kiamat tiba. Tatkala Allah mengabulkan permintaannya, ia bersumpah kepada Allah untuk menghalangi Nabi Adam beserta keturunannya dari jalan-Nya yang lurus.

Cerita Nabi Adam dan Hawa Bertemu di Surga

Nabi Adam 'alaihissalam tinggal tanpa seorang teman di surga. Suatu ketika ia berjalan-jalan seorang diri di dalam surga hingga ia tertidur. Saat Nabi Adam tertidur, Allah mengambil tulang rusuknya yang paling bengkok. Dari tulang rusuk itulah Allah ciptakan seorang wanita yang akan menemani Nabi Adam.

Saat Nabi Adam terbangun, tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang ada di sisinya. "Siapakah engkau?" Tanya Nabi Adam kepada wanita yang berada di sisinya.

"Aku adalah seorang wanita." Jawab wanita tersebut,

"Mengapa engkau tercipta?" Tanya Adam penasaran.

"Agar engkau merasa tenang denganku" Jawab wanita tersebut.

Wanita tersebut bernama Hawa yang artinya adalah kehidupan. Allah menikahkan Nabi Adam dengan Hawa lalu menempatkan keduanya di dalam surga. Di dalam surga, mereka dipersilahkan untuk menikmati seluruh fasilitas yang ada. Namun, ada satu pohon yang dikecualikan. Sampai saat ini belum bisa dipastikan apa nama dan jenis pohon tersebut karena tidak disebutkan dalam Al-Quran.

Allah subhanahu wata'ala juga memberitahu kepada Nabi Adam dan istrinya tentang musuh mereka yaitu Iblis. Oleh karena itu Allah memperingatkan kepada mereka agar tidak tertipu dengan bujuk rayu Iblis yang hendak menyesatkan mereka dari jalan-Nya yang lurus.

Cerita Nabi Adam dan Hawa Diturunkan ke Bumi

Melihat banyaknya kemuliaan dan kenikmatan yang Allah berikan kepada Nabi Adam dan istrinya, Iblis yang saat itu telah terusir dari surga semakin merasa dengki kepada mereka. Sesuai sumpahnya, ia akan membujuk Nabi Adam dan Hawa agar juga dikeluarkan dari surga dan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam bersamanya.

"Wahai Adam, maukah kamu aku tunjukkan pohon khuldi (keabadian) dan kerajaan yang tidak akan binasa?" Bujuk Iblis kepada Adam.

Nabi Adam 'alaihissalam memiliki keteguhan hati yang kuat. Bujukan dan rayuan Iblis tidak membuatnya tertipu begitu saja. Meskipun demikian, Iblis tidak kehabisan akalnya. Ia bersumpah atas nama Allah bahwa apa yang ia lakukan melainkan hanyalah dalam rangka menasehati.

Mendengar hal itu, Hawa yang berhati lemah mulai tergoda. Ia pun mendesak Nabi Adam untuk mencicipi buah dari pohon tersebut agar hidup abadi bersamanya di surga.

Nabi Adam yang semula teguh menjadi luluh karena desakan istrinya. Akhirnya mereka mulai mencicipi buah terlarang tersebut dalam keadaan lupa dengan larangan Tuhannya.

Baru saja buah itu dicicipi, tiba-tiba aurat mereka langsung terbuka. Menyadari hal itu, mereka segera menutupi aurat mereka dengan dedaunan surga yang ada di dekat mereka.

"Bukankah telah Aku larang kalian berdua dari pohon itu? Bukankah Aku telah katakan bahwa setan itu ialah musuh yang nyata bagi kalian?" Tegur Allah kepada Nabi Adam dan Hawa.

Mendengar teguran langsung dari Allah, mereka berdua menyesali perbuatannya. Akhirnya, mereka bertaubat kepada Allah, memohon ampunan dari-Nya, serta meminta rahmat dari-Nya.

"Wahai Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami akan menjadi orang-orang yang merugi." Kata mereka berdua.

Allah subhanahu wata'ala Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang. Maka Allah menerima taubat dan mengampuni dosa mereka berdua.

Cerita Nabi Adam dan Hawa Menjalani Kehidupan di Bumi

Meskipun Allah telah menerima taubat mereka berdua, bukan berarti tidak ada konsekuensi sama sekali yang harus mereka terima. Oleh karena itu, Allah turunkan mereka berdua dari negeri yang penuh kenyamanan ke negeri yang penuh dengan penderitaan dan perjuangan, yaitu bumi.

Tidak seperti di surga, mereka harus menanam, memanen, menumbuk, menggiling, dan membuat adonan terlebih dahulu agar bisa mengkonsumsi makanan. Mereka juga harus memintal dan menenun bulu domba terlebih dahulu untuk bisa berpakaian.

Saat Hawa mengandung seorang anak, ia akan mengandung dua anak kembar sekaligus. Satu anak laki-laki dan satunya lagi anak perempuan.

Di saat putra Nabi Adam sudah mencapai usia nikah, ia harus menikahi saudari kembar dari saudaranya. Tidak boleh bagi mereka menikah dengan saudari atau saudara kembarnya sendiri.

Di antara cerita anak Nabi Adam yang cukup populer adalah cerita tentang Habil dan Qabil. Cerita ini diabadikan di dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 27 sampai dengan 31.

Suatu ketika Qabil tidak terima jika saudari kembarnya yang berparas cantik dinikahi oleh saudaranya, yaitu Habil. Akhirnya, Nabi Adam memerintahkan mereka berdua untuk berkurban dengan kurban yang terbaik.

Setelah masing-masing berdua menyerahkan qurbannya, ternyata Allah hanya menerima Qurban dari Habil. Hal ini dikarenakan kurban yang diserahkan olehnya adalah benar-benar kurban yang terbaik.

Lain halnya dengan Qabil yang tidak memberikan kurban terbaiknya. Ia malah memberikan kurban yang jelek sehingga kurbannya tidak diterima oleh Allah. Singkat cerita, Qabil membunuh Habil lalu menguburnya di dalam tanah.

Cerita Nabi Adam dan Hawa Wafat

Nabi Adam diberikan umur seribu tahun oleh Allah. Akan tetapi ia telah memberikan empat puluh tahun umurnya kepada Nabi Dawud ketika sebelum diturunkan ke bumi. Sehingga umurnya tersisa sembilan ratus enam puluh tahun.

Sebelum Nabi Adam wafat, ia sempat berpesan kepada anaknya yaitu Syits. Ia mengajarkan nama-nama waktu kepada Syits dan memerintahkannya untuk beribadah pada waktu tersebut. Nabi Adam juga mengabarkan bahwa suatu saat akan terjadi badai topan.

Tatkala menghadapi sakaratul maut, Nabi Adam merindukan buah-buahan surga. Anak-anaknya yang mendengar hal itu, langsung segera pergi mencarikan buah-buahan surga untuk ayahnya.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba mereka bertemu dengan para malaikat. Para malaikat itu tampak membawa kain kafan dan kapas serta beberapa peralatan untuk mengubur jenazah.

"Sedang mencari apa kalian?" Tanya para malaikat.

"Ayah kami sedang sakit. Ia rindu dengan buah-buahan surga" Jawab mereka.

"Pulanglah kalian, sesungguhnya ajal ayah kalian akan segera tiba." Kata para malaikat itu.

Sesampainya para malaikat itu di rumah Nabi Adam, Hawa ketakutan dan langsung berlindung kepada Nabi Adam. Lalu, malaikat itu mulai mencabut nyawa Nabi Adam, memandikannya, mengkafaninya, menguburnya, dan mensholatinya.

Jelang beberapa saat Nabi Adam wafat, matahari dan bulan mengalami gerhana selama tujuh hari tujuh malam. Satu tahun kemudian, Hawa juga ikut menyusul kematian suaminya.

SELESAI

Demikianlah cerita Nabi Adam dan Hawa singkat yang dapat kami paparkan. Semoga kita dapat mengambil pelajaran yang ada pada cerita Nabi Adam dan Hawa. Amiin.

Related Posts :