Pidato Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu Beserta Haditsnya

Pidato Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu

Pidato tentang keutamaan menuntut ilmu merupakan salah satu tema pidato yang perlu kita sampaikan kepada masyarakat kaum muslimin.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa sebagian besar kaum muslimin saat ini sangat kurang minatnya dalam menuntut ilmu, terutama ilmu yang berkaitan dengan agama.

Padahal ilmu itu sangatlah penting untuk menunjang keberhasilan kita dan kebahagiaan kita menjalani kehidupan di akhirat.

Untuk meraih sukses di dunia saja harus diraih dengan ilmu apalagi meraih kesuksesan dan kebahagiaan di akhirat.

Oleh karena itu, sebagai seorang pendakwah hendaknya kita memberikan motivasi kepada mereka dengan membawakan pidato tentang keutamaan menuntut ilmu beserta haditsnya.

Tujuannya agar motivasi mereka dalam menuntut ilmu dan mendatangi majelis ilmu dapat bertambah.

Nah, pada postingan kali ini saya ingin membagikan salah satu contoh naskah pidato tentang keutamaan menuntut ilmu beserta haditsnya yang shahih dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam.

Berikut ini adalah naskah pidato tentang keutamaan menuntut ilmu disertai dengan haditsnya dan terjemahannya secara lengkap mulai dari salam pembuka, pembukaan, isi, penutupan, hingga salam penutup :

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

(Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh)

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَبَعْدُ

(Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin, wash-sholaatu was-salaamu ‘ala asyrofil ambiya-i wal-mursalin, sayyidinaa wa nabiyyinaa muhammadin, wa ‘alaa aalihi wa shohbihi ajma’in, wa ba’du)

Jama’ah kaum muslimin rahimakumullah, pertama-tama marilah kita bersyukur kepada Allah dengan mengucap alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin atas nikmat yang telah diberikan kepada kita, sehingga kita bisa berkumpul di majelis yang mudah-mudahan diberkahi oleh Allah. Amiin.

Yang kedua, semoga sholawat dan salam senantiasa tetap atas junjungan kita Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam, beserta keluarganya, para sahabatnya, dan juga pengikutnya.

Jama’ah kaum muslimin rahimakumullah, diantara salah satu amalan wajib yang mulai banyak ditinggalkan sebagian besar kaum muslimin adalah amalan menuntut ilmu agama.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa menuntut ilmu itu adalah wajib bagi setiap kaum muslimin. Baik itu muslim laki-laki, ataupun muslimat perempuan, baik itu anak kecil, ataupun orang dewasa, semuanya wajib menuntut ilmu.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim

[HR. Ibnu Majah]

Menuntut ilmu itu tidak memiliki batasan waktu. Berapapun umur kita saat ini, entah itu muda ataupun tua, semuanya wajib menuntut ilmu sampai ajalnya menjemput.

Bahkan seorang yang sudah dianggap ulama pun juga tetap perlu menambah ilmunya. Apalagi kita yang bukan ulama tentulah lebih ditekankan lagi untuk menuntut ilmu.

Jama’ah kaum muslimin rahimakumullah, ketahuilah sesungguhnya kesuksesan dan kebahagiaan tidak akan pernah diraih tanpa ilmu.

Seorang yang ingin sukses dan bahagia di dunia saja membutuhkan ilmu untuk meraihnya. Apalagi jika kita ingin sukses dan bahagia di akhirat, tentu juga ada ilmunya.

Ilmu agama itu sangatlah penting dalam kehidupan seorang muslim.

Ilmu agama adalah pondasi kehidupan seorang muslim.

Ilmu agama adalah petunjuk agar kita dapat membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.

Bayangkan apabila masyarakat kaum muslimin hidup tanpa ilmu, khususnya ilmu agama.

Peradaban akan menjadi mundur dan terbelakang.

Kelihatannya modern padahal moralnya rusak.

Kelihatannya demokratis padahal tatanan masyarakatnya tidak beraturan.

Dikiranya halal padahal haram.

Dikiranya modis padahal telanjang seperti hewan.

Maka tak heran betapa banyak diantara kaum muslimin yang terjerumus dalam keharaman sementara ia tidak menyadarinya.

Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena minimnya ilmu agama yang dimiliki oleh kaum muslimin pada umumnya.

Jama’ah kaum muslimin rahimakumullah, agama Islam adalah agama yang sangat memotivasi umatnya untuk senantiasa menuntut ilmu.

Baik itu ilmu yang menunjang kehidupan kita di dunia, ataupun ilmu yang membawa kesuksesan kehidupan kita di akhirat.

Namun nyatanya, banyak umat Islam yang saat ini justru sibuk menuntut ilmu dunia dan melupakan ilmu akhirat. Padahal Allah benci dengan orang yang demikian.

Di dalam sebuah hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللهَ تَعَالىَ يُبْغِضُ كُلَّ عَالِمٍ بِالدُّنْيَا جَاهِلٍ بِالْآخِرَة

Sesungguhnya Allah ta’ala benci pada setiap orang yang pandai dalam perkara dunia tapi bodoh dalam perkara akhirat.

[HR. Hakim]

Oleh karena itu jama’ah kaum muslimin, jangan sampai kita menjadi orang yang dibenci oleh Allah karena kebodohan kita dengan perkara akhirat.

Masih lebih baik kita bodoh dalam urusan dunia tetapi pandai dalam urusan akhirat.

Akan tetapi apabila kedua ilmu tersebut dapat kita kuasai maka itulah yang paling ideal.

Jama’ah kaum muslimin rahimakumullah, ada banyak keutamaan menuntut ilmu agama di dalam Al-Quran maupun Al-Hadits.

Keutamaan menuntut ilmu yang pertama adalah, bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. Disebutkan di dalam Al-Quran, Allah subhanahu wata'ala berfirman :

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

[QS. Al-Mujadalah ayat 11]

Keutamaan menuntut ilmu yang kedua adalah bahwa dengan menuntut ilmu maka jalan kita menuju surga akan dimudahkan. Di dalam hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan berikan ia kemudahan jalan menuju surga.

[HR. Muslim]

Dengan kita memiliki ilmu maka kita akan memperoleh hidayah dan petunjuk jalan menuju surga.

Sebaliknya, jika kita tidak memperoleh hidayah dan petunjuk jalan menuju surga, bagaimana mungkin kita bisa sampai ke surga?

Ibarat seorang yang hendak pergi ke suatu tempat tanpa mengetahui petunjuk arahnya, maka ia akan tersesat dan tidak akan sampai pada tujuan.

Demikian pula apabila kita tidak mengetahui arah menuju surga maka akan membuat kita tersesat.

Keutamaan menuntut ilmu yang ketiga adalah bahwa Malaikat merendahkan sayapnya untuk para penuntut ilmu karena senang dengan mereka.

Disebutkan di dalam hadits bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ

Dan sesungguhnya para Malaikat merendahkan sayapnya karena ridha kepada penuntut ilmu

[HR. Abu Dawud]

Keutamaan menuntut ilmu yang keempat adalah bahwa orang yang berilmu itu didoakan oleh penduduk langit dan bumi bahkan ikan-ikan yang di air agar diampuni dosanya.

Disebutkan di dalam hadits bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ

Dan sesungguhnya orang yang berilmu itu para penghuni langit dan bumi bahkan ikat di laut memohonkan ampunan untuknya.

[HR. Abu Dawud]

Keutamaan menuntut ilmu yang kelima adalah bahwa orang yang berilmu itu lebih utama dibandingkan ahli ibadah.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ

Dan sesungguhnya perbandingan keutamaan orang berilmu dengan ahli ibadah itu seperti perbandingan keutamaan bulan di malam hari dengan seluruh bintang.

[HR. Abu Dawud]

Hal ini dikarenakan orang yang memiliki ilmu itu dapat memberikan manfaat kepada sekitarnya. Sementara orang yang hanya beribadah, manfaatnya hanyalah untuk dirinya sendiri.

Keutamaan menuntut ilmu yang keenam adalah bahwa orang yang memiliki ilmu agama itu adalah pewaris para Nabi.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Dan sesungguhnya para ulama (orang-orang memiliki ilmu agama) itu adalah pewarisnya para Nabi. Sesungguhnya para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambil warisan tersebut, maka ia telah mengambil bagian yang terbanyak.

[HR. Abu Dawud]

Oleh karena itu jama’ah kaum muslimin rahimakumullah, saya nasehatkan di mimbar ini untuk diri saya sendiri dan seluruh kaum muslimin yang hadir pada majelis ini untuk mendatangi majelis ilmu untuk mempelajari ilmu agama.

Ketahuilah jama’ah, bahwa pertanda seseorang itu dikehendaki baik oleh Allah adalah ketika ia memiliki ilmu agama. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan maka ia akan Allah berikan kepahaman di dalam agama.

[HR. Bukhari]

Demikianlah pidato tentang keutamaan menuntut ilmu beserta haditsnya ini saya sampaikan. Semoga kita semua diberikan kekuatan oleh Allah subhanahu wata'ala untuk bisa istiqomah dalam menuntut ilmu.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pidato Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu Beserta Haditsnya"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan komentar yang mencerminkan seorang muslim yang baik :)