Cara Menghafal Al Quran dengan Cepat dan Tidak Mudah Lupa


Cara Menghafal Al Quran dengan Cepat dan Tidak Mudah Lupa

Al Quran adalah satu-satunya kitab Allah yang bisa dihafalkan secara keseluruhan. 

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya huffadz sejak zaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam sampai saat ini. 

Sedangkan kitab-kitab yang lain seperti Injil, Taurat, dan Zabur belum pernah terdengar satupun berita perihal kitab tersebut yang dihafal secara sempurna sampai saat ini. 

Bahkan kitab-kitab Injil yang beredar saat ini yang mana para pendeta mengklaim bahwa kitab tersebut datang dari sisi Allah sudah banyak yang diubah dan tidak otentik lagi. 

Berbeda halnya dengan Al-Quran yang diriwayatkan secara mutawatir oleh para huffadz dan telah dituliskan dalam mushaf Utsmani pada zaman kekhalifahan Utsman. 

Hal itu menjadikan Al-Quran terus terjaga sampai hari kiamat dan tidak akan ada yang bisa memalsukannya.

Walaupun demikian, masih banyak diantara orang yang mempertanyakan bagaimana cara cepat menghafalkan Al-Quran. Hal ini tidak lain adalah dikarenakan besarnya keinginan menjadi seorang penghafal Al-Quran. 

Maka dari itu disini akan kami jelaskan sedikit tips atau kiat dan cara menghafal Al-Quran.
Berikut ini tips-tips dan cara menghafalkan Al-Quran dengan cepat dan tidak mudah lupa atas izin Allah.

Baca Juga : 5 Metode Menghafal Al-Quran yang Efektif dan Teruji Ampuh

1. Senantiasa Memperbaiki Niat

Hal pertama dan terpenting yang perlu diperhatikan oleh seorang penghafal Al-Quran adalah senantiasa memperbaiki niatnya.

Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bahwa seorang yang beramal dengan niat karena tidak ikhlash dan tidak mengharapkan wajah kepada Allah maka tidak akan diterima dan tidak diberikan pahala oleh Allah. 

Sebagai penghafal Quran, hendaknya kita meluruskan niat dan senantiasa memperbaiki niat ketika syetan menyimpangkan niat kita. 

Jangan sampai kita terus menerus terjerumus dalam niat ingin mendapat pujian, mendapat pangkat, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan keduniaan. 

Ketika syetan menyimpangkan hati kita hendaknya kita beristighfar dan mengembalikan niat hanya lillahi ta’ala. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا، وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

Sesungguhnya Allah tidak menerima amalan kecuali ia melaksanakannya dengan ikhlash dan mengharapkan wajah-Nya.” (HR. Nasa’i : 3140)

2. Memperlancar Bacaan Al-Quran

Sebetulnya tanpa memperlancar bacaanpun kita sudah bisa dengan cepat hafal Al-Quran. 

Sering sekali kita mendengar anak kecil di bawah usia sepuluh tahun sudah hafal Al-Quran walaupun mereka belum bisa membaca huruf-huruf pada mushaf Al-Quran. 

Metode yang mereka pakai adalah dengan mendengarkan Al Quran itu sendiri. Mereka mendengarkan Al-Quran langsung melalui lisan kedua orang tuanya, kaset murottal, guru atau sejenisnya. 

Namun, yang perlu kita ketahui adalah bahwa fenomena tersebut bersifat kasuistik. Umumnya, cara agar dapat menghafalkan Al Quran dengan cepat adalah dengan memperlancar bacaan Al-Quran terlebih dahulu. 

Cara ini adalah cara yang cocok secara luas baik dari kalangan anak-anak, remaja, maupun dewasa bahkan tua. 

Maka langkah awal yang pertama kita lakukan agar dengan mudah kita bisa menghafalkan Al-Quran dengan cepat adalah mempelajari bacaan Al-Quran sampai baik dan lancar. Karena tanpa bacaan yang baik dan lancar tentu kita akan terhambat ketika proses menghafal Al-Quran.

3. Berguru Pada Orang yang Tepat

Apabila kita menginginkan suatu keberhasilan maka tentu kita akan belajar dari seorang yang sudah berhasil. 

Akan sangat lucu apabila orang yang tidak memiliki suatu keahlian terhadap suatu bidang kemudian ia melatih pada bidang tersebut. Bahkan resiko kegagalannya akan sangat besar dibandingkan keberhasilannya. 

Itulah mengapa dalam menghafal Al-Quranpun kita juga perlu berguru pada orang yang tepat agar bisa meminta bimbingan dan arahan dari mereka.

Apabila kita melihat para salafus shalih maka kita akan mendapati mereka selalu berguru kepada orang-orang yang ahli Quran. 

Contohnya adalah para sahabat. Mereka belajar Al-Quran langsung dari lisan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Kemudian dilanjutkan oleh para tabi’in yang belajar kepada para sahabat radhiyallaahu ‘anhum.  

Lalu cara berguru tersebut dilanjutkan oleh para tabi’ut tabi’iin dan para ulama’ setelahnya. Inilah contoh berguru yang dilakukan oleh para salafus shalih yang sepatutnya kita contoh mereka dalam memilih guru.
Maka dalam memilih guru hendaknya kita mecari guru yang hafal dan ahli Al-Quran, sholih, bertakwa, senantiasa menjaga hafalannya, memahami isi Al-Quran, dan mengamalkan isinya.

4. Konsisten

Menghafal Al-Quran adalah suatu perkara yang bisa dikatakan tidak mudah untuk dijalani. Seorang yang baru menghafal Al-Quran disitu akan menerima berbagai macam cobaan. 

Adakalanya merasa malas karena susah menghafal. Adakalanya putus asa karena hafalannya sering hilang. Adakalanya merasa lelah karena terlalu banyak yang dihafal, dan lain sebagainya. 

Tentu hal itu merupakan salah satu penghambat seorang yang ingin cepat menyelesaikan hafalan Al-Qurannya.

Ada beberapa hal yang sering dijumpai para penghafal Al-Quran yang terhambat konsistensinya selama proses menghafal :

Pertama : Hafalan yang sudah lama tidak dimurojaah menghilang karena terlalu fokus dengan menambah hafalan.

Biasanya, ketika seseorang mengalami hal ini maka ia akan berhenti menambah hafalan dan fokus memurojaah semua hafalan lamanya yang telah hilang. 

Cara ini adalah cara yang salah!! Mengapa demikian..?

Karena ketika kita berhenti menambah hafalan dan fokus terhadap murojaah yang lama, maka biasanya kita akan dibuat putus asa oleh setan. 

Tatkala kita menyelesaikan murojaah hafalan yang lama maka syetan membuat seolah-olah hafalan kita yang lama menghilang lagi sehingga kita akan terus mengulang murojaah dari awal lagi dan tidak melanjutkan hafalan baru. 

Kita akan berhenti di jumlah hafalan yang segitu-segitu aja dan terus terlena dengan murojaah. Inilah salah satu usaha setan agar menghentikan kita menjadi penghafal Al-Quran secara sempurna.

Lalu bagaimanakah solusinya?

Solusi terbaik dari hal ini adalah hendaknya kita membuat jadwal dan target. Tanpa jadwal dan target maka kita akan terlena dengan hafalan lama yang terus menghilang, sehingga kita tidak melanjutkan hafalan baru kita. 

Setelah membuat jadwal dan target maka hendaknya kita konsisten dengan jadwal dan target tersebut. 

Apabila dirasa hafalan lama kita hilang sedangkan saat itu adalah jadwal kita untuk menambah hafalan, maka ikutilah jadwal!! Jangan ikuti was-was syetan yang membisikkan bahwa hafalan kita telah hilang.

Adapun jadwal yang dibuat adalah jadwal kapan kita memurojaah hafalan, dan kapan kita menambah hafalan. Sedangkan target yang kita buat adalah berapa jumlah hafalan yang dimurojaah dan berapa jumlah hafalan yang akan ditambah.

Buatlah jadwal dan target menghafal! Jangan terlena dengan murojaah yang menghambat kita untuk menambah hafalan baru!

Kedua : Putus asa karena hafalan sering menghilang.

Biasanya setelah kita sudah mengalami kasus yang pertama diatas maka kita akan berputus asa dan tidak melanjutkan hafalan. Inilah tipu daya setan yang membuat kita berputus asa dari rahmat Allah.

Adapun solusi terbaik dari keputusasaan ini adalah meminta pertolongan kepada Allah dan meminta perlindungan dari tipu daya syetan. 

Setelah itu dilanjutkan dengan meminta nasehat, motivasi, dan arahan para ustadz agar mengembalikan kesemangatan kita dalam menghafal Al-Quran. 

Itulah mengapa pentingnya memiliki guru yang senantiasa membimbing dan memotivasi kita agar lebih semangat dan konsisten. Karena konsistensi bisa didapatkan tatkala ada yang terus memberikan dorongan dan semangat.


Putus asa? Mintalah pertolongan pada Allah dan mintalah petunjuk serta motivasi dari ustadz

Ketiga : Lelah karena terlalu banyak yang dihafal

Target yang berlebihan dan diluar kemampuan kita hanya akan membuahkan lelah dan hilangnya konsistensi. 

Termasuk bagian dari kiat menghafal Al-Quran adalah hendaknya kita memilih target yang tepat dan sesuai dengan kemampuan. Selain itu kita juga harus pandai untuk membuat target yang fleksibel. Tetapi jangan terlalu fleksibel sehingga membuat kita menjadi malas.

Seperti yang kita ketahui bahwa ayat-ayat dalam Al-Quran ada yang mudah dihafal dan ada pula yang susah dihafal. Maka disini kita dituntut untuk cerdas dalam menargetkan hafalan kita sesuai ayat-ayat yang dihadapi saat itu. 

Apabila yang dihadapi adalah ayat yang begitu sulit maka kurangilah targetnya. Namun, apabila ayat yang dihadapi adalah yang mudah dihafalkan maka tambahlah targetnya. 

Buatlah target-target tersebut sesuai kemamupan kita dan konsistenlah terhadap target tersebut.

Kesimpulannya adalah bahwa konsisten adalah bagian terpenting agar kita bisa lebih cepat dalam menghafalkan Al-Quran. Apabila kita tidak konsisten maka hafalan kita akan terhambat sehingga menjadikan proses menghafal kita semakin lama.

Buatlah target sesuai dengan kemampuan! Jangan lebih ataupun kurang!

5. Memanfaatkan Seluruh Indra

Apabila kita melihat perkembangan manusia sejak mulai lahir sampai dewasa, maka keahlian yang ia miliki saat dewasa adalah karena indra yang ia miliki menghafalkan keahlian itu. 

Sebagaimana orang yang berlatih sepak bola, apabila kakinya jarang menyentuh dan memainkan bola maka ia tidak akan pernah menjadi ahli dalam permainan bola. 

Itulah mengapa dengan seringnya ia menendang bola, mengontrol bola dan sebagainya maka sensor tubuhnya akan menghafal gerakan-gerakan itu selama ia berlatih. 

Setelah sensor itu hafal terhadap gerakan tersebut maka ia akan menciptakan gerak reflek. Hal ini membuktikan bahwa seluruh tubuh kita mampu menghafalkan apa yang ia alami. Apa yang sering dialami oleh tubuh kita maka akan terekam dalam otak sehingga menjadi ingatan yang kuat.

Begitu pula dalam menghafalkan Al-Quran!

Tatkala kita menghafal Quran maka secara otomatis kita akan menggerak-gerakkan lisan kita hingga hafal dan terbiasa dengan gerakan tersebut. 

Demikian pula pendengaran dan mata kita juga ikut menghafalkan. 

Telinga akan menangkap suara yang kita ucapkan dari lisan kita sehingga semakin lama telinga akan terbiasa dan hafal. 

Adapun mata kita maka ia akan menghafalkan bagaimana rangkaian kalimat, karakteristik huruf, nomor ayat dan lain sebagainya yang tergambar dalam mushaf.

Ada beberapa indra yang secara umum dapat kita manfaatkan untuk menghafal :

Pertama : Memperhatikan Gerakan Lisan

Ketika kita menghafal hendaknya kita fokuskan pikiran kita pada gerakan lisan tatkala membaca ayat yang sedang dihafal. Rasakan bentuk gerakannya baik itu ketika lisan kita mengucapkan huruf tebal atau tipis, menahan dan melepas lidah, mendengungkan dan memperjelas huruf nun dan lain sebagainya. Intinya adalah rasakan dan fokus terhadap gerakan lisan tatkala membaca ayat yang sedang dihafal.

Kedua : Memperhatikan Karakteristik Rangkaian Huruf dan Kalimat pada Mushaf

Ini adalah cara menghafalkan dengan memanfaatkan indra pengelihatan. Dimana mata adalah salah satu bagian tubuh yang memiliki kemampuan rekam daya ingat jangka panjang. 

Ketika menghafalkan cobalah untuk memperhatikan dimata letak ayat, bagaimana bentuk hurufnya, pada halaman sebelah kanan atau kiri, dan lain sebagainya. Dengan memperhatikan ini maka mata kita akan merekam bentuk ayat yang sedang dihafal.

Biasanya cara ini dilakukan dengan memperhatikan dan merekam bentuk ayat yang dihafal kemudian memejamkan mata dan membayangkan apa yang telah direkam oleh mata. 

Ketika gambaran yang ada di dalam bayangan pikiran belum terlihat jelas maka cobala untuk mengulangi hingga gambaran ayat tampak jelas di dalam pikiran tatkala membayangkannya.

Ketiga : Memperhatikan Bunyi pada Ayat yang Dibaca

Termasuk bagian tubuh yang paling cepat merekam adalah bagian telinga. Memang bagian ini sangat cepat dalam merekam, tetapi rata-rata manusia memiliki daya ingat jangka pendek dalam masalah ini. 

Maka ketika kita menghafal hendaknya memperhatikan bunyi ayat dengan berulang-ulang sampai telinga kita sudah mengingatnya dengan jangka yang panjang.

Adapun upaya lain untuk memanfaatkan indra ini adalah mendengarkan orang lain membaca Al-Quran. Hal ini juga pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Dimana beliau meminta sahabatnya untuk membacakan ayat Al-Quran hingga beliaupun menangis. 

Atau bisa juga kita rekam suara kita tatkala membaca Al-Quran kemudian didengarkannya suara tersebut berulang-ulang. Atau bisa juga kita mendengarkan rekaman murottal Al-Quran yang bagus serta lagunya cocok dengan hati kita.
Kesimpulannya adalah dengan kita memanfaatkan seluruh indra yang kita miliki maka insya Allah kita akan diberikan kemudahan oleh Allah dalam menghafal. Dengan memanfaatkan itu semua maka kita akan lebih cepat dalam menghafal dan tidak mudah lupa atas izin Allah.

6. Memilih Mushaf yang Tepat

Sebagaimana yang telah kita bahas pada poin ke-lima bahwa mata kita juga ikut serta dalam menghafal. Maka hendaknya kita memilih mushaf yang tepat untuk dijadikan sarana kita dalam menghafal. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih mushaf Al-Quran :
  • Hendaknya memilih mushaf yang berwarna terang dan tidak gelap.
  • Gunakan mushaf yang ayatnya tidak terpotong ketika ganti halaman.
  • Jangan memilih mushaf yang kecil untuk menghafal. Pilihlah mushaf yang ukuran minimal panjang nya kira-kira 18 cm dan lebarnya kira-kira 13 cm. Akan tetapi juga jangan terlalu besar dalam memilih mushaf.
  • Gunakanlah mushaf 15 baris yang biasa digunakan para santri tahfidz untuk menghafal.
  • Jangan gonta-ganti mushaf. Apabila ternyata mushafnya rusak maka gantilah dengan mushaf yang sama.
  • Adapun kriteria mushaf tersebut bisa kita jumpai pada Al-Quran mushaf madinah.

7. Berteman dengan Orang yang Sholih

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya : “Seseorang itu sesuai dengan agama temannya, maka hendaknya salah seorang kalian melihat siapa yang dijadikan sebagai teman” (HR. Abu Dawud no. 4833) 

Hadits tersebut menunjukkan bahwa kita diharuskan memilih dalam bergaul. Apabila kita bergaul dengan orang yang buruk maka buruklah kita. Sebaliknya apabila kita bergaul dengan orang yang baik maka baiklah kita.

Begitulah dalam menghafalkan Al-Quran. Hendaknya seorang penghafal Quran lebih selektif dalam memilih teman. Pilihlah teman yang sholih, bertakwa, dan sama-sama memiliki tujuan untuk hafal dan memahami seluruh isi Al-Quran. 

Dengan kita berteman dengan orang yang sholih maka akan ada seorang yang senantiasa mengingatkan kita dalam kebaikan, memberikan motivasi, dan saling berbagi dalam kebaikan.

Berteman dengan orang yang sholih akan membuat kita lebih mudah dan cepat dalam menghafalkan Al-Quran. Karena kita senantiasa termotivasi, sering diingatkan apabila melakukan kesalahan, dan saling berbagi tips dalam menghafal Al-Quran. 

Bahkan kita diperbolehkan iri dengan kesholihan teman kita sehingga membuat kita semakin termotivasi untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لاَ حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ القُرْآنَ، فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ، وَآنَاءَ النَّهَار . . . الحديث

Tidak boleh iri kecuali kepada dua hal : Seorang yang diajarkan Al-Quran oleh Allah (hafal dan faham Al-Quran), dan ia senantiasa membacanya di malam dan siang hari . . . al-hadits” (HR. Bukhari no. 5026)


Demikianlah cara menghafal Al-Quran dengan cepat dan tidak mudah lupa. Semoga sedikit artikel ini memberikan manfaat kepada kita semua. Amin

Teman bergaul dapat memotivasi kita dalam menghafalkan Al Quran
Oleh : Adam Rizkala

Berlangganan untuk menerima pembaruan email gratis:

0 Response to "Cara Menghafal Al Quran dengan Cepat dan Tidak Mudah Lupa"

Posting Komentar