MENU

5 Metode Menghafal Al Quran yang Efektif dan Teruji Ampuh

Metode Menghafal Al Quran

Di dalam dunia tahfidzul Quran, kita akan menjumpai banyak sekali metode untuk menghafalkan Al-Quran. Ada metode menghafal dengan talaqqi, mengulang ayat, menulis ayat dan lain sebagainya. Namun, setiap orang memiliki kecocokan masing-masing dalam menerapkan metode tersebut. Belum tentu semua metode yang diajarkan cocok untuk semua orang. Maka disini akan kami ulas beberapa metode menghafal Al Quran yang efektif dan telah teruji ampuh sejak zaman dahulu hingga saat ini.

Apabila ditinjau dari segi cara berguru, secara umum metode menghafal dibagi menjadi dua; yaitu metode talaqqi, dan qiroah ‘ala asy-syaikh. Namun, apabila dikembangkan metode ini akan menjadi sangat banyak. Berikut ini akan kita bahas kedua metode tersebut dan beberapa metode menghafal Al-Quran yang teruji dan terpopuler dikalangan para huffadz.

Penting : Pembaca harap membaca kesimpulan dan saran di bagian akhir artikel ini!

Metode-metode Ditinjau dari Cara Berguru

1. Metode Talaqqi

Metode talaqqi adalah metode yang dipraktekkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya . Secara bahasa talaqqi berarti bertemu atau berjumpa.

Metode ini juga sering disebut dengan metode musyafahah, yang secara bahasa berarti mulut ke mulut. Dahulu tatkala para sahabat belajar Al-Quran, beliau membacakan Al-Quran dengan tartil. Sembari beliau membaca, para sahabat mendengarkan dengan seksama apa yang dibaca oleh Nabi . Setelah dibacakan, mereka langsung mampu menghafal ayat tersebut tanpa diulang berkali-kali. Itulah kelebihan para sahabat yang diberikan oleh Allah kepada mereka.

Sebagaimana namanya, talaqqi adalah metode dimana guru berjumpa dengan muridnya dan berinteraksi secara langsung. Berikut ini akan kami jelaskan bagaimana langkah-langkah talaqqi pada umumnya beserta variasinya.

Langkah-langkah Bertalaqqi

Berikut langkah-langkah talaqqi yang umum dilakukan :

  1. Guru membacakan ayat dengan tartil dan benar di hadapan para murid. Sedangkan murid memperhatikan ayat yang dibaca oleh guru dengan seksama. Baik itu bagaimana gerakan lisan guru, dan bagaimana cara pengucapannya.
  2. Guru dan murid membaca bersama-sama dengan benar, pelan dan tartil.
  3. Murid membaca sebagaimana yang dibaca oleh guru.
  4. Guru mengoreksi dan membenarkan bacaan murid.
  5. Murid membaca lagi dengan benar sesuai yang dikoreksi oleh guru.
Variasi Teknik Menghafal Metode Talaqqi

Langkah-langkah di atas adalah gambaran talaqqi secara umum. Adapun variasinya bisa bermacam-macam. Berikut ini variasi yang bisa dipraktekkan oleh para guru dan murid dalam bertalaqqi :

Variasi pertama :

  1. Guru membacakan ayat yang hendak dihafal dengan tartil dihadapan muridnya.
  2. Guru membaca bersama murid dengan tartil.
  3. Guru membacakan ulang ayat dengan benar dan tartil.
  4. Murid membaca sendiri sesuai kemampuannya.
  5. apabila didapati murid salah dalam membaca atau belum hafal maka ulangi dari langkah pertama sampai murid hafal dan mampu membaca sendiri dengan benar.

Variasi kedua :

  1. Guru membacakan ayat dengan tartil dan murid memperhatikan.
  2. Guru dan murid membaca bersama dengan tartil.
  3. Mengulang langkah pertama dan ketiga sebanyak 3x sampai 5x atau secukupnya.
  4. Murid membaca sendiri sesuai kemampuannya.
  5. Apabila didapati murid salah ketika membaca atau belum hafal maka ulangi dari langkah pertama sampai hafal dan mampu membaca sendiri.

Variasi Ketiga :

  1. Guru membacakan ayat dan para murid memperhatikan.
  2. Guru dan para murid membaca bersama dengan tartil dengan pengulangan secukupnya.
  3. Guru membacakan ayat lagi dan para murid memperhatikan
  4. Para murid membaca bersama dengan tartil dan guru memperhatikan bacaan murid.
  5. Apabila semua murid belum hafal ketika membaca bersama maka ulangi mulai langkah pertama sampai murid hafal ketika membaca bersama.
  6. Apabila murid sudah hafal ketika membaca bersama maka cobalah murid membaca satu-persatu dengan bergantian sedangkan guru memperhatikan sembari membenarkan kesalahannya satu-persatu.
  7. Apabila semua murid sudah benar ketiga dites satu-persatu maka dilanjutkan guru dan para murid membaca bersama-sama. Lakukan pengulangan secukupnya.
Kelebihan Metode Talaqqi

Berikut beberapa kelebihan dari metode talaqqi :

  • Merupakan metode yang dipakai oleh Nabi dan para sahabatnya dan juga para salafus shalih.
  • Cocok untuk kalangan manapun, baik yang belum bisa membaca mushaf atau yang sudah bisa, baik anak-anak, maupun dewasa bahkan orang tua.
  • Murid bisa memperhatikan langsung cara guru membaca dan mengingat-ingat gerakan lisan guru ketika membaca.
  • Hafalan lebih melekat dan tidak mudah lupa karena seringnya diulang-ulang.
Kekurangan Metode Talaqqi

Berikut beberapa kekurangan dari metode talaqqi :

  • Tidak bisa menargetkan hafalan dengan cepat.
  • Waktu yang dipakai lebih banyak.
  • Lebih banyak menguras tenaga guru.

2. Metode Qira'ah 'Ala Asy-Syaikh

Metode ini sebenarnya adalah metode yang digunakan para tholibul ilmi zaman dahulu ketika belajar hadits atau kitab kepada syaikhnya. Qiraah Ala Asy-Syaikh artinya membaca dihadapan syekh atau guru. Metode ini juga terkadang disebut 'Ardhu Al-Qiroah yang artinya mendemonstrasikan bacaan.

Metode Qira'ah 'Ala Asy-Syaikh adalah murid menunjukkan bacaannya atau hafalannya di depan guru sembari guru mengoreksi apa yang murid baca. Setelah bacaan murid dinyatakan benar oleh guru maka guru akan memberikan ijazah atau sejenis pengakuan lainnya kepada murid tersebut.

Langkah metode ini tidak begitu rumit, yakni sang murid cukup membacakan hafalan yang telah ia hafalkan didepan guru kemudian guru memberikan semacam pengakuan bahwa murid ini telah hafal sekian juz. Pengakuan bisa dalam bentuk ijazah, catatan, rapot, persaksian, syahadah atau sejenisnya.

Langkah-langkah Qiroah 'Ala Asy-Syaikh

Adapun langkah metode qiroah 'ala syaikh secara umum sebagai berikut :

  1. Murid membacakan ayat yang hendak dihafal di hadapan gurunya, sementara gurunya memperhatikan.
  2. Guru membenarkan kesalahan-kesalahan bacaan yang dilakukan murid.
  3. Setelah bacaan murid dinyatakan benar, maka murid dipersilahkan menghafalkan sendiri apa yang telah dibacakan dihadapan gurunya tadi.
  4. Setelah murid selesai menghafal, ia membacakan ayat yang telah ia hafalkan di hadapan guru sembari guru memperhatikan dan mengoreksi bacaannya.
  5. Guru menyatakan atau memberikan pengakuan bahwa sang murid telah hafal ayat sekian dan sekian, baik dengan cara mencatatkannya pada buku laporan harian atau sejenisnya.
Kelebihan Metode Qiraah Ala Syaikh
  • Murid memiliki kebebasan menghafalkan seberapapun ayat yang ia mau.
  • Guru tidak perlu mengeluarkan banyak energi.
  • Proses menghafal lebih cepat dari pada talaqqi.
Kekurangan Metode Qiraah Ala Syaikh
  • Murid harus bisa membaca dengan lancar terlebih dahulu.
  • Kekuatan hafalan biasanya cenderung lemah karena murid menghafalkan sendiri.
  • Kualitas hafalan tergantung dari seringnya murid mengulang hafalan.

Metode-metode Ditinjau dari Jumlah yang Dihafal

Metode ini adalah metode menghafal Al-Quran yang bisa diterapkan pada metode talaqqi atau menghafal secara mandiri. Berikut ini beberapa metode ditinjau dari jumlah ayat yang akan dihafalkan yang bisa kita terapkan.

1. Metode Ayat Per Ayat

Metode ini adalah menghafalkan ayat demi ayat dalam Al-Quran. Metode ini sangalah cocok bagi pemula yang baru menghafal Al-Quran. Selain itu metode ini juga sangat ampuh untuk menghafalkan surat yang ayatnya banyak tetapi pendek-pendek, seperti surat An-Naba', An-Naziat, Shad, As-Shaffat dan sejenisnya. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. Bacalah ayat pertama dengan melihat mushaf sebanyak 5x sampai 25x atau lebih.
  2. Baca ayat pertama tadi dengan tanpa melihat mushaf sebanyak 5 kali atau lebih sampai benar-benar lancar. Apabila ada yang lupa maka boleh melihat mushaf sebentar dan dilanjut membaca tanpa melihat mushaf.
  3. Bacalah ayat pertama tadi tanpa melihat mushaf sama sekali sebanyak 5 kali atau lebih. Apabila lupa ditengah maka paksalah otak untuk mengingatnya kembali. Apabila otak benar-benar lupa dan tidak bisa ingat sama sekali maka ulangi lagi dari langkah pertama sampai benar-benar hafal.
  4. Bacalah ayat kedua dengan melihat mushaf sebanyak 5x sampai 25x atau lebih.
  5. Bacalah ayat kedua tanpa melihat mushaf sebanyak 5x atau lebih. Apabila lupa boleh melihat sebentar lalu dilanjutkan membaca tanpa mushaf.
  6. Bacalah ayat pertama dan kedua tanpa mushaf sama sekali. Apabila lupa maka paksalah otak untuk mengingatnya. Apabila otak benar benar lupa maka ulangi lagi dari langkah yang keempat. Apabila yang lupa adalah ayat pertama maka ulangi lagi dari langkah yang pertama.
  7. Bacalah ayat ketiga dengan melihat mushaf sebanyak 5x atau 25x atau lebih.
  8. Bacalah ayat ketiga tanpa mushaf sebanyak 5x atau lebih. Apabila lupa boleh melihat sebentar.
  9. Bacalah ayat pertama, kedua dan ketiga tanpa melihat mushaf sama sekali. Bila lupa, paksalah otak untuk mengingat. Apabila tidak ingat juga, maka ulang lagi dari langkah ketujuh. Bila yang lupa ayat kedua, ulangilah lagi dari langkah keempat. Bila yang lupa ayat pertama, maka ulangilah lagi dari langkah pertama.
  10. Lanjutkan cara tersebut sampai akhir halaman atau target jumlah ayat yang telah Anda tentukan untuk dihafal hari itu.

2. Metode Membagi Halaman Menjadi 2 atau 3 Bagian atau Lebih

Metode ini adalah metode yang membagi halaman menjadi beberapa bagian. Masing masing bagian ini kita anggap sebagai satu ayat. Metode ini biasanya sangat cocok bagi mereka yang sudah memiliki hafalan sekitar 5 sampai 10 juz. Selain itu metode ini lebih pas diterapkan pada surat yang jumlah ayatnya tidak banyak, tetapi ayatnya panjang-panjang seperti surat Al-Fath, Muhammad, Al-Hujurat, Qoof, dan sejenisnya.

Adapun langkah dalam metode ini sama seperti pada metode ayat per ayat. Hanya saja kita mengansumsikan dari setiap bagian ini sebagai satu ayat.

  1. Bacalah bagian pertama pada halaman dengan melihat mushaf sebanyak 5x sampai 25x.
  2. Bacalah bagian pertama tersebut tanpa melihat mushaf dan ulangi secukupnya. Apabila lupa maka lihatlah bagian yang lupanya saja.
  3. Bacalah bagian pertama tersebut benar-benar tanpa melihat mushaf. Apabila lupa maka paksalah otak untuk mengingatnya. Apabila belum ingat juga maka ulangi langkah pertama. Lanjutkan bagian kedua sampai ketiga begitu seterusnya seperti pada metode ayat per ayat.

3. Metode Per Halaman

Metode ini adalah menghafal pada satu halaman sekaligus. Biasanya metode ini cocok bagi mereka yang sudah hafalannya sekitar 20 juz keatas, karena mereka sudah terbiasa menghafal ayat yang banyak. Selain itu, metode ini juga sering diterapkan pada surat yang jumlah ayatnya lebih dari 100 dan panjang-panjang disetiap ayatnya, seperti Al-Baqoroh, Ali-Imran, An-Nisa' dan lain sebagainya.

Berikut ini langkah-langkah dalam metode menghafal per halaman :

  1. Bacalah satu halaman penuh dengan melihat mushaf sebanyak 5x sampai 25x atau lebih.
  2. Bacalah satu halaman penuh tanpa melihat mushaf. Biasanya yang tejadi adalah lupa di tengah-tengah halaman. Apabila lupa dipertengahan halaman maka lihatlah pada yang lupa itu saja kemudian lanjutkan dari bagian yang lupa.
  3. Ulangi langkah kedua sebanyak 5x atau lebih sampai tidak ada yang tersendat atau lupa ditengah halaman sama sekali.
  4. Ketika sudah lancar dan hafal, ulangi satu halaman penuh dengan membaca tanpa mushaf sebanyak 5x atau secukupnya.
  5. Lanjutkan membaca pada halaman berikutnya dan lakukan sebagaimana langkah pertama sampai keempat.
  6. Gabungkan hafalan halaman pertama dan halaman yang kedua dengan membacanya tanpa mushaf. Apabila ada yang tersendat dipertengahan maka lihatlah pada bagian yang tersendat itu saja dan lanjutkan dari bagian itu juga. Begitu pula seterusnya.
  7. Setelah lancar membaca halaman pertama dan kedua maka ulangilah secukupnya tanpa melihat mushaf sama sekali. Setelah itu lanjutkanlah pada halaman setelahnya sebagaimana langkah awal tadi.

Kesimpulan dan Saran

Kelima metode diatas adalah metode yang paling sederhana dan paling populer di kalangan para hafidz Quran. Bisa kita bilang metode tersebut adalah metode klasik dalam menghafal Quran. Kelima metode tersebut telah terbukti mencetak jutaan hafidz Quran sejak zaman Rasulullah sampai sekarang. Hal ini dibuktikan masih banyaknya halaqoh-halaqoh dan majelis-majelis tahfidzul Quran yang menerapkannya.

Sebetulnya selain metode diatas masih banyak lagi metode-metode lain yang juga digunakan oleh para penghafal Quran saat ini. Diantaranya seperti metode menghafal dengan gerakan tubuh, metode jari, metode asosiasi, metode gambar dan masih banyak metode lainnya. Metode-metode tersebut bisa kita katakan sebagai metode kontemporer.

Metode kontemporer memang praktis dan mudah untuk diterapkan. Akan tetapi ada sebagian metode-metode kontemporer saat ini yang dinilai berbahaya bagi aqidah menurut para ulama'. Bahkan metode tersebut bisa bernilai bid'ah amaliy bahkan sampai derajat bid'ah i'tiqody. Seperti contohnya metode menggambarkan ayat-ayat dan membayangkannya di dalam pikiran.

Memang metode ini dinilai lebih cepat dan melekat dengan kuat dalam ingatan, mengingat metode tersebut memanfaatkan daya ingat jangka panjang manusia. Namun sayangnya secara tidak sengaja metode tersebut juga diterapkan pada ayat-ayat yang membicarakan hal ghaib dan bersifat mutasyabihat. Padahal, ayat-ayat yang berbicara tentang hal ghaib dan bersifat mutasyabihat tidak bisa kita takwil dan digambarkan dalam sebuah rupa.

Namun, yang perlu kita ketahui adalah bahwa inti dari menghafal adalah mengulang-ulang ayat secara terus-menerus. Dengan banyaknya mengulang maka semakin banyak pula yang kita baca. Semakin banyak yang kita baca maka semakin banyak pula pahala yang kita peroleh. Semakin banyak mengulang ayat juga menjadikan diri kita lebih dekat dengan Allah .

Memang metode klasik dinilai jadul dan kolot. Tentu banyak dari kita yang menginginkan metode yang lebih praktis dan tidak menyusahkan. Selain itu metode klasik juga membutuhkan perjuangan yang berat agar bisa hafal Quran dengan sempurna. Namun, perlu diingat bahwa menghafal Quran bukan soal cepat tidaknya kita hafal Quran. Akan tetapi menghafal Quran adalah soal bagaimana kita mendekatkan diri kepada Yang Menurunkan Al-Quran itu sendiri. Toh, metode klasik juga telah berhasil mencetak jutaan huffadz hingga masa kini.

Tanpa menafikan adanya metode kontemporer saat ini, kami menyarankan agar para calon hafidz untuk menggunakan metode klasik sebagaimana yang telah kami paparkan di atas. Selain aman dari perusakan aqidah metode klasik juga terbukti nyata banyaknya para hafidz Quran dari zaman Rasulullah hingga masa kini.

Bagi Anda yang menghendaki metode kontemporer insya Allah pada lain kesempatan akan kami tuliskan artikel tentang metode tersebut yang insya Allah aman dari perusakan aqidah.

Demikian lima metode menghafal Al Quran yang efektif dan teruji ampuh sejak dahulu hingga masa kini yang bisa kami paparkan. Semoga sedikit artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amiin.