Amalan Bangun Tidur Rasulullah Berdasarkan Hadits Shahih

Amalan Bangun Tidur Rasulullah

Amalan bangun tidur Rasulullah adalah salah satu ajaran dalam Islam yang banyak terlupakan. Buktinya, banyak di antara kita yang justru melakukan kebiasaan-kebiasaan yang kurang bermanfaat ketika bangun dari tidur, seperti membuka sosmed ataupun semacamnya. Padahal, jika kita mengamalkan amalan bangun tidur Rasulullah yang beliau contohkan maka kita akan mendapatkan banyak manfaat yang luar biasa.

Pada artikel kali ini, kita akan mempelajari apa saja amalan bangun tidur Rasulullah yang beliau contohkan dan beliau ajarkan kepada umatnya. Ketahuilah bahwa mengamalkan dan mencontoh amalan bangun tidur Rasulullah juga merupakan tanda kecintaan kita kepada beliau. Berikut beberapa amalan bangun tidur Rasulullah berdasarkan hadits-hadits yang shahih :

A. Membaca Doa Bangun dari Tidur

Bangun dari tidur adalah salah satu nikmat yang tak ternilai. Bagaimana tidak? Jika kita diberikan nikmat terbangun dari tidur itu pertanda bahwa Allah masih memberikan kesempatan kita untuk beramal dan bertaubat. Oleh karena itu, hendaknya kita bersyukur dengan memuji Allah setiap kali bangun dari tidur.

Tahukah Anda? Di antara salah satu amalan bangun tidur Rasulullah yang sering beliau kerjakan adalah memuji Allah dengan lafal sebagai berikut:

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali.

Dalam hadits yang lain juga disebutkan bahwa Rasulullah mengajarkan kita untuk mengucapkan kalimat berikut ini ketika bangun dari tidur :

الحَمْدُ ‌لِلَّهِ ‌الَّذِي ‌عَافَانِي ‌فِي ‌جَسَدِي، ‌وَرَدَّ ‌عَلَيَّ ‌رُوحِي ‌وَأَذِنَ ‌لِي ‌بِذِكْرِهِ

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada tubuhku, mengembalikan ruhku, dan mengizinkan aku untuk berdzikir kepada-Nya.

B. Membaca Surat Ali Imron Ayat 190-200

Tahukah Anda? Di antara salah satu amalan bangun tidur Rasulullah di sepertiga malam terakhir adalah duduk dan mengusap wajahnya, lalu membaca surat Ali Imran ayat 190-200. Setelah itu, beliau berwudhu dan melaksanakan shalat. Disebutkan dalam sebuah hadits :

فَاسْتَيْقَظَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ، ثُمَّ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ آلِ عِمْرَانَ، ثُمَّ قَامَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِلَى شَنٍّ مُعَلَّقَةٍ، فَتَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي

Lalu beliau bangun dan mengusap sisa tidur pada wajahnya, kemudian beliau membaca sepuluh ayat dari surat Ali Imran, kemudian Rasulullah berdiri mengambil geriba isi air yang digantung, lalu beliau berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian beliau mendirikan shalat.


[HR. Bukhari no. 992]

Dari hadits di atas kita dapat mengambil pelajaran bahwa saat terbangun dari tidur, kita dapat mengawali aktivitas kita secara bertahap dari yang paling ringan hingga yang lebih berat. Kita dapat mengawali dengan duduk dan mengusap wajah terlebih dahulu untuk menghilangkan kantuk. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca surat Ali Imran ayat 190-200 sembari mengarahkan pandangan ke langit. Disebutkan dalam sebuah hadits :

فَلَمَّا كَانَ ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ، قَعَدَ فَنَظَرَ إِلَى السَّمَاءِ، فَقَالَ: إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ، ثُمَّ قَامَ فَتَوَضَّأَ وَاسْتَنَّ فَصَلَّى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً،

Ketika tiba sepertiga malam akhir, beliau duduk dan memandang ke langit lalu membaca :
إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ
(“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal”), kemudian beliau berdiri dan berwudhu, lalu membersihkan gigi, lalu shalat sebelas rakaat.


[HR. Bukhari no. 4569]

Ketika membaca surat Ali Imran ayat 190-200 hendaknya kita lakukan dengan penuh penghayatan. Perlu diingat bahwa agar kita bisa benar-benar menghayati saat membaca ayat tersebut maka kita harus mempelajari kandungan dari ayat tersebut.

Setelah itu, barulah kita bisa berwudhu dan melaksanakan shalat. Saat melaksanakan shalat, kita juga tidak langsung mengawalinya dengan shalat yang berat dan panjang. Akan tetapi, hendaknya kita membuka dengan shalat dua rakaat yang ringan terlebih dahulu sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah . Disebutkan dalam sebuah hadits :

فَصَلَّى ‌رَكْعَتَيْنِ ‌خَفِيفَتَيْنِ، قُلْتُ: قَرَأَ فِيهِمَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ، ثُمَّ سَلَّمَ، ثُمَّ صَلَّى حَتَّى صَلَّى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً بِالْوِتْرِ

Lalu beliau shalat dua rakaat ringan, beliau membaca Al-Fatihah di setiap rakaat, kemudian beliau salam, kemudian beliau shalat sampai sebelas rakaat beserta witirnya.


[HR. Abu Dawud no. 1364]

C. Bersiwak Sebelum Berwudhu

Saat hendak berwudhu setelah bangun dari tidur maka awalilah dengan bersiwak terlebih dahulu sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah . Disebutkan dalam sebuah hadits dari Aisyah beliau mengatakan :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَرْقُدُ مِنْ لَيْلٍ وَلَا نَهَارٍ، فَيَسْتَيْقِظُ إِلَّا تَسَوَّكَ قَبْلَ أَنْ يَتَوَضَّأَ

bahwa Nabi tidaklah tidur di malam dan siang hari lalu terbangun dari tidurnya kecuali bersiwak terlebih dahulu sebelum berwudlu.


[HR. Abu Dawud no. 57]

D. Adab Berwudhu Ketika Baru Bangun Tidur

Pada saat kita bangun dari tidur dan hendak berwudhu, maka hendaknya tidak langsung mencelupkan tangan ke wadah air untuk wudhu. Akan tetapi, hendaknya kita mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali. Disebutkan dalam hadits bahwa Rasulullah bersabda :

إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي وَضُوئِهِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا؛ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ

Ketika salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya maka janganlah mencelupkan tangan ke wadah wudhunya hingga ia mencuci tangannya sebanyak tiga kali, karena sesungguhnya ia tidak mengetahui di mana tangannya bermalam.


[HR. An-Nasa’i no. 1]

Selain itu, kita juga dianjurkan untuk beristintsar (memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya) sebanyak tiga kali saat berwudhu setelah bangun tidur. Rasulullah bersabda :

إِذَا اسْتَيْقَظَ - أُرَاهُ -أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَتَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاَثًا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ

Jika salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya maka hendaknya ia berwudhu dan beristintsar sebanyak tiga kali, karena sesungguhnya setan itu tidur di batang hidungnya.


[HR. Bukhari no. 3295]

E. Dzikir Ketika Terbangun Tengah Malam

Pernahkah Anda tiba-tiba terbangun di malam hari? Jika pernah, jangan langsung tidur kembali. Akan tetapi, bacalah dzikir bangun tidur ajaran Rasulullah berikut ini :

لَا ‌إِلَهَ ‌إِلَّا ‌اللَّهُ ‌وَحْدَهُ ‌لَا ‌شَرِيكَ ‌لَهُ، ‌لَهُ ‌الْمُلْكُ ‌وَلَهُ ‌الْحَمْدُ، ‌وَهُوَ ‌عَلَى ‌كُلِّ ‌شَيْءٍ ‌قَدِيرٌ، ‌الْحَمْدُ ‌لِلَّهِ، ‌وَسُبْحَانَ ‌اللَّهِ، ‌وَلَا ‌إِلَهَ ‌إِلَّا ‌اللَّهُ، ‌وَاللَّهُ ‌أَكْبَرُ، ‌وَلَا ‌حَوْلَ ‌وَلَا ‌قُوَّةَ ‌إِلَّا ‌بِاللَّهِ

Tidak ada tuhan yang patut di sembah kecuali Allah yang Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, segala puji hanya milik Allah, Maha Suci Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Setelah membaca dzikir di atas, dianjurkan untuk meminta ampun kepada Allah dengan mengucapkan : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي (artinya : "ya Allah ampunilah aku") atau berdoa sekehendak kita. Jika kita meminta ampun dan berdoa dengan jujur dan ikhlas setelah membaca dzikir tersebut maka yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan doa kita.

Setelah itu, jika kita lanjutkan dengan berwudhu dan melaksanakan shalat maka shalat kita akan diterima oleh Allah.

F. Membasuh Wajah dan Kedua Tangan

Di antara salah satu kebiasaan Rasulullah saat bangun tidur setelah menyelesaikan hajatnya adalah membasuh wajah dan kedua tangannya. Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa Ibnu Abbas ia menceritakan :

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، فَقَضَى حَاجَتَهُ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ نَامَ

Bahwa Nabi ketika terbangun di malam hari lalu beliau menyelesaikan hajatnya, kemudian beliau membasuh wajah dan kedua telapak tangannya, kemudian beliau tidur.


[HR. Muslim no. 304]

Demikianlah pembahasan beberapa amalan bangun tidur Rasulullah yang dapat kita amalkan. Semoga kita dimudahkan dalam mengamalkan kebiasaan-kebiasaan atau amalan-amalan bangun tidur yang dicontohkan oleh Rasulullah .

Related Posts :