Pengertian Dermawan dan Contohnya dalam Islam

Pengertian Dermawan dan Contohnya dalam Islam
Pengertian Dermawan dan Contohnya dalam Islam

Bismillah, Alhamdulillah, wash-sholaatu was-salaamu ‘ala Rosulillah. Amma Ba’du. Dermawan adalah salah satu akhlak terpuji yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Akhlak dermawan merupakan akhlak yang dicintai oleh Allah dan juga seluruh manusia.

Sifat dermawan juga merupakan sifat para Nabi dan Rasul. Oleh karena itu, jika kita mengaku sebagai pengikut mereka, maka kita perlu meneladani sifat dermawan yang mereka miliki.

Pada pelajaran akhlak hari ini, kita akan mempelajari apa itu dermawan? Apa pengertian dermawan dalam islam? Apa saja dalil-dalil tentang sifat dermawan? Dan juga contoh perilaku dermawan dalam kehidupan sehari-hari.

A. Pengertian Dermawan dalam Islam

Apa itu dermawan? Berikut ini beberapa pengertian dermawan dalam Islam menurut para ulama :

  • Menurut Al-Karmaani, dermawan adalah memberikan sesuatu yang pantas pada orang yang pantas.
  • Ada juga yang mengatakan bahwa dermawan adalah sifat yang dimiliki oleh seseorang berupa pengorbanan kebaikan yang layak tanpa mengharapkan imbalan ataupun ganti.
  • Sedangkan menurut Al-Manawi, dermawan artinya memberikan manfaat sesuai kepantasan tanpa ada unsur kepentingan.
  • Adapun menurut Al-Jurjani, dermawan adalah memberi dengan mudah/ringan.

Dari pengertian di atas, dapat kita pahami bahwa dermawan adalah sifat bagi seseorang yang suka memberi. Cakupan pemberian dalam sifat dermawan tidak hanya dibatasi dengan pemberian berupa harta. Akan tetapi juga mendermakan kebaikan apapun yang bermanfaat bagi orang yang didermakan, seperti memberikan pelayanan, bantuan dan sejenisnya.

B. Anjuran dan Keutamaan Dermawan dalam Islam

Dermawan sangatlah dianjurkan di dalam Islam. Banyak sekali dalil-dalil yang menunjukkan tentang anjuran berderma dan betapa mulianya sifat dermawan. Berikut ini dalil-dalil di dalam Al-Quran dan Al-Hadits tentang anjuran serta keutamaan dermawan dalam Islam :

Kedermawanan Nabi Ibrahim

Suatu ketika, Nabi Ibrahim didatangi oleh tamu yang tidak dikenal. Kemudian, beliau menjamu tamu-tamu itu dengan daging sapi yang besar. Dikisahkan di dalam Al-Quran :

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ ضَيْفِ اِبْرٰهِيْمَ الْمُكْرَمِيْنَۘ اِذْ دَخَلُوْا عَلَيْهِ فَقَالُوْا سَلٰمًا ۗقَالَ سَلٰمٌۚ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ فَرَاغَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ فَجَاۤءَ بِعِجْلٍ سَمِيْنٍۙ

Sudahkah sampai kepadamu (Nabi Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Cerita itu bermula) ketika mereka masuk (bertamu) kepadanya, lalu mengucapkan, “Salam.” Ibrahim menjawab, “Salam.” (Mereka) adalah orang-orang yang belum dikenal. Kemudian, dia (Ibrahim) pergi diam-diam menemui keluarganya, lalu datang (kembali) membawa (daging) anak sapi gemuk (yang dibakar).

[QS. Adz-Dzariyat ayat 24-26]

Pahala Berlipat Ganda dari Berderma

Mendermakan harta ibarat menanam satu biji tumbuhan yang dari satu biji tersebut dapat menumbuhkan tujuh ratus biji baru berikutnya. Allah subhanahu wata'ala berfirman :

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.

[QS. Al-Baqarah ayat 261]

Kebaikan yang Didermakan Akan Dibalas dengan Sempurna

Apapun kebaikan yang didermakan akan dibalas dengan pahala yang penuh tanpa dikurangi sedikitpun. Allah subhanahu wata'ala berfirman :

۞ لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْ ۗوَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ اللّٰهِ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ

Bukanlah kewajibanmu (Nabi Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, (manfaatnya) untuk dirimu (sendiri). Kamu (orang-orang mukmin) tidak berinfak, kecuali karena mencari rida Allah. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi.

[QS. Al-Baqarah ayat 272]

Pahala dari Allah Bagi Para Dermawan

Orang-orang dermawan yang mendermakan hartanya setiap saat baik itu secara rahasia ataupun terang-terangan akan mendapatkan pahala langsung dari sisi Allah. Allah subhanahu wata'ala berfirman :

اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, baik secara rahasia maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih.

[QS. Al-Baqarah ayat 274]

Anjuran Berderma Kepada Keluarga

Dermawan yang terbaik adalah dermawan kepada keluarga sendiri. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيلِ اللهِ، وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ، وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ، وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

Satu dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dan satu dinar yang engkau infakkan kepada budak, dan satu dinar yang engkau sedekahkan kepada kepada orang miskin, dan satu dinar yang engaku sedekahkan kepada keluargamu, pahala yang paling besar adalah yang engkau infakkan kepada keluargamu.

[HR. Muslim]

Dermawan Saat Safar

Safar adalah bagian dari azab. Seorang yang melakukan safar akan merasakan berbagai macam kesulitan yang dihadapi. Oleh karena itu ketika melakukan safar bersama maka sangat dianjurkan untuk berderma satu sama lain untuk meringankan kesulitan.

Abu Sa’id Al-Khudriyi menceritakan :

بَيْنَمَا نَحْنُ فِي سَفَرٍ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذْ جَاءَ رَجُلٌ عَلَى رَاحِلَةٍ لَهُ قَالَ: فَجَعَلَ يَصْرِفُ بَصَرَهُ يَمِينًا وَشِمَالًا، فَقَالَ: رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ مَعَهُ فَضْلُ ظَهْرٍ فَلْيَعُدْ بِهِ عَلَى مَنْ لَا ظَهْرَ لَهُ، وَمَنْ كَانَ لَهُ فَضْلٌ مِنْ زَادٍ فَلْيَعُدْ بِهِ عَلَى مَنْ لَا زَادَ لَهُ

Suatu ketika kami sedang melakukan safar bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam. Tiba-tiba ada seorang lelaki datang mengendarai kendaraannya sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Maka Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

“Barang siapa yang memiliki kelebihan tempat kendaraannya, maka hendaknya ia berikan kepada orang yang tidak memiliki tempat. Barang siapa yang memiliki kelebihan perbekalan maka hendaknya ia memberikan kepada orang yang tidak memiliki perbekalan.”

[HR. Muslim]

Dari hadits tersebut sesungguhnya kita belajar bahwa sangat dianjurkan bagi seorang muslim untuk saling berbagi di kondisi sulit sekalipun, salah satunya adalah safar.

Allah Mencintai Kedermawanan

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ، وَيُحِبُّ مَعَالِيَ الْأَخْلَاقِ، وَيَبْغَضُ أَوْ قَالَ: وَيَكْرَهُ سِفْسَافَهَا

Allah subhanahu wata'ala itu Maha Dermawan dan mencintai kedermawanan, mencintai akhlak mulia dan membenci akhlak yang buruk

[HR. Abu Ubaid dalam Kitab Fadhailul-Quran]

C. Contoh Perilaku Dermawan dalam Islam

Dermawan adalah memberikan atau mendermakan sesuatu yang bermanfaat sesuai dengan kelayakan tanpa adanya kepentingan terhadap orang yang kita berikan. Dermawan adalah akhlak yang seharushnya dimiliki oleh seorang muslim. Nah, seperti apakah contoh perilaku dermawan dalam Islam?

Berikut beberapa contoh dermawan di dalam Islam :

  • Memberikan harta yang dimiliki berupa sesuatu yang bermanfaat, seperti emas, perak, uang, hewan ternak, tanaman, makanan, minuman, pakaian, dan lain sebagainya.
  • Berbagi ilmu dan pengetahuan yang bermafaat untuk kehidupan di dunia dan di akhirat, baik itu dengan cara berdakwah, mengajar, menulis buku, ataupun lain sebagainya.
  • Memberikan nasehat yang bermanfaat kepada saudaranya terutama bagi mereka yang meminta saran dan nasehat, karena nasehat itu sangat bermanfaat bagi orang mukmin.
  • Mendermakan dirinya, seperti memberikan senyuman, berbicara dengan santun, mengekspresikan wajah ceria, memberikan waktu, mendengarkan masukan orang lain, memberikan kasih sayang dan cinta, memberikan doa dan pertolongan, dan lain sebagainya.
  • Mendermakan kekuatan fisiknya, seperti membantu orang lain, melayani orang lain, menyingkirkan gangguan di jalan, menyelamatkan orang lain dari bahaya, dan lain sebagainya.
  • Mendermakan seluruh jiwa dan raganya hingga mengorbankan nyawa, seperti berjihad dan berperang memerangi para penjajah dan musuh-musuh Allah untuk meninggikan kalimat Allah dan menolong agama Allah dengan harapan ridho dari-Nya.

D. Penutup

Alhamdulillah kita telah selesai membahas tentang pengertian dermawan dan contohnya dalam Islam. Telah kita ketahui bersama ternyata sifat dermawan adalah sifat yang sangat luar biasa. Sifat dermawan adalah sifat yang dapat memberikan kebahagiaan kepada pemiliknya dan juga orang lain.

Oleh karenanya, setelah kita mempelajari betapa mulianya sifat dermawan maka hendaknya kita melatih diri kita untuk menjadi seorang yang dermawan. Demikianlah, artikel tentang pengertian dermawan dan contohnya dalam Islam ini saya sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Amiin.

Oleh : Adam Rizkala

Buku Refrensi :

Mausu’ah Al-Akhlak Al-Islamiyyah

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Dermawan dan Contohnya dalam Islam"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan komentar yang mencerminkan seorang muslim yang baik :)