Adab Makan dan Minum Rasulullah

Adab Makan dan Minum Rasulullah dalam Agama Islam
Adab Makan dan Minum Rasulullah

Tahukah Anda? Masih banyak diantara kaum muslimin yang kurang memperhatikan adab makan dan minum dalam Islam yang Rasulullah ajarkan. Buktinya masih banyak hal-hal yang kurang pantas dilakukan oleh kaum muslimin saat makan dan minum, entah itu karena tidak tahu, ataupun karena memang sengaja menyepelekannya.

Di dalam Islam, makan dan minum bukanlah perkara yang remeh. Buktinya, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam sendiri mengajarkan bagaimana adab makan dan minum yang baik untuk diikuti.

Bukti lain bahwa makan dan minum bukanlah perkara yang remeh adalah makanan dapat mempengaruhi banyak hal dalam kehidupan kita, salah satunya adalah kesehatan.

Menurut penelitian, kebanyakan masalah kesehatan yang dialami oleh manusia disebabkan oleh makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Hal ini dikarenakan kurangnya memperhatikan adab-adab makan dan minum yang diatur di dalam Islam, yaitu memilih dan mengatur porsi makanan.

Apabila kita mau menerapkan adab makan dan minum yang Rasulullah ajarkan maka kita bisa mengurangi bahkan mencegah masalah kesehatan yang timbul karenanya. Bahkan makan dan minum dengan adab yang benar dapat membuahkan banyak keberkahan dalam kehidupan kita.

Nah, pada artikel kali ini, kita akan mempelajari bersama bagaimana adab makan dan minum Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam yang perlu kita contoh dan kita teladani. Berikut beberapa rincian adab makan dan minum Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam yang beliau ajarkan kepada kita :

1. Memilih Makanan dan Minuman yang Halal dan Baik

Apa yang kita makan dapat berpengaruh terhadap tubuh kita. Tidak hanya soal kesehatan, bahkan watak kita juga dipengaruhi oleh apa yang kita makan.

Di dalam Islam kita diwajibkan untuk memilih makanan yang halal dan baik buat tubuh kita. Karena makanan yang halal dan baik memiliki pengaruh yang baik pula terhadap tubuh.

Di dalam Al-Quran, Allah subhanahu wata'ala berfirman :

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata.

[QS. Al-Baqarah ayat 168]

Di dalam ayat yang lain, Allah subhanahu wata'ala juga berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya.

[QS. Al-Baqarah ayat 172]

2. Mengatur Porsi Makan dan Minum

Makan dan minum berlebihan bukanlah sesuatu yang baik. Selain berbahaya buat kesehatan, Allah tidak suka orang yang berlebih-lebihan dalam makan dan minum. Allah subhanahu wata'ala berfirman :

وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.

[QS. Al-A’raf ayat 31]

Tahukah Anda? Mayoritas masalah kesehatan itu muncul disebabkan oleh makanan dan minuman yang kita konsumsi. Oleh karena itulah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam menganjurkan kepada kita untuk mengatur porsi makan dan minum agar tidak berlebihan. Beliau bersabda :

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ. بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

Tidaklah manusia memenuhi wadah yang lebih buruk dari pada perutnya, cukuplah bagi manusia itu beberapa suapan makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak memungkinkan maka sepertiganya untuk makanan, sepertiganya untuk minuman, dan sepertiganya untuk nafasnya.

[HR. Tirmidzi]

3. Tidak Mencela Makanan

Terkadang, ketika kita tidak menyukai suatu makanan, kita turut mengomentari makanan tersebut. Padahal, menurut adab makan dan minum Rasulullah beliau tidak pernah mengajarkan hal demikian. Disebutkan dalam sebuah hadits :

مَا عَابَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ، كَانَ إِذَا اشْتَهَى شَيْئًا أَكَلَهُ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam tidak pernah mencela makanan sama sekali. Apabila beliau menyukainya maka beliau memakannya, dan apabila tidak menyukainya maka beliau membiarkannya.

[HR. Muslim]

4. Tidak Makan Sambil Bersandar

Tahukah Anda? Ternyata makan sambil bersandar adalah sesuatu yang dimakruhkan. Makan sambil bersandar dapat membuat perut bertambah buncit. Karena makan sambil bersandar dapat membuat perut susah kenyang. Sehingga makanan yang dikonsumsi pun akan menjadi berlebihan.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam sendiri tidak pernah makan sambil bersandar, disebutkan dari Abu Juhaifah ia mengatakan :

كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ لِرَجُلٍ عِنْدَهُ: لَا آكُلُ وَأَنَا مُتَّكِئٌ

Suatu ketika aku berada di sisi Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, lalu beliau berkata kepada seorang lelaki di sebelahnya : “Aku tidak makan sambil bersandar.”

[HR. Bukhari]

5. Tidak Makan dan Minum dengan Bejana Emas dan Perak

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa peralatan yang terbuat dari emas dan perak merupakan simbol kemewahan dunia. Dalam hal makan dan minum Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam melarang umatnya untuk menggunakan peralatan yang terbuat dari emas dan perak. Karena peralatan tersebut diperuntukkan bagi orang-orang kafir di dunia, dan diperuntukkan bagi orang-orang beriman di akhirat.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam pernah bersabda :

وَلَا تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَلَا تَأْكُلُوا فِي صِحَافِهَا؛ فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَنَا فِي الْآخِرَةِ

Janganlah kalian minum di bejana emas dan perak, dan jangan pula kalian makan di piringnya, sesungguhnya bejana itu untuk mereka (orang kafir) di dunia dan untuk kita di akhirat.

[HR. Bukhari]

6. Membaca Bismillah Sebelum Makan dan Minum

Makan dan minum bukan sekedar untuk mengenyangkan perut semata. Akan tetapi kita juga dianjurkan untuk meraih keberkahan dari makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Salah satu diantara adab makan dan minum dalam Islam yang Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam ajarkan adalah meraih keberkahan dengan membaca basmalah sebelum makan ataupun minum. Apabila lupa maka hendaknya membaca kalimat :

بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Yang artinya : Dengan nama Allah, di awal dan akhir makan.

Adab makan dan minum ini merupakan adab yang berdasarkan hadits, dimana Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam pernah bersabda :

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى، فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Ketika salah seorang diantara kalian makan maka sebutlah nama Allah ta’ala, apabila ia lupa menyebut nama Allah ta’ala sebelum makan, maka bacalah “Bismillahi awwalahu wa akhirohu.”

[HR. Abu Dawud]

7. Akhiri Makan dan Minum dengan Bacaan Hamdalah

Makanan dan minuman yang kita konsumsi merupakan nikmat dari Allah. Oleh karena itu Allah senang atau Ridho apabila hambanya bersyukur mengucap “Alhamdulillah” setelah menyantap makanan dan minuman. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا، أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا

Sesungguhnya Allah ridho dengan seorang hamba yang apabila ia memakan makanan lalu ia memuji-Nya atas (nikmat) makanan tersebut, atau meminum minuman lalu ia memuji-Nya atas (nikmat) minuman tersebut.

[HR. Muslim]

8. Makan dan Minum dengan Tangan Kanan

Setiap perbuatan baik, dianjurkan melakukannya dari sebelah kanan dan menggunakan tangan kanan, termasuk salah satunya adalah makan dan minum. Pernah suatu ketika Umar bin Abi Salamah radhiyallahu ‘anhu duduk di atas pangkuan Rasuullah shallallaahu 'alaihi wasallam sambil memegang piring, lalu beliau bersabda kepadanya :

يَا غُلَامُ، سَمِّ اللهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

Nak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang ada dihadapanmu.

[HR. Muslim]

9. Makan dengan Tiga Jari dan Menjilatinya Sebelum Dibersihkan

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam selalu makan dengan menggunakan tiga jarinya. Ini merupakan simbol bahwa beliau bukanlah orang yang rakus. Selain itu, beliau juga selalu menjilati jarinya setelah makan sebelum membersihkannya agar mendapatkan keberkahan dari makanan tersebut.

Disebutkan dalam sebuah hadits :

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ بِثَلَاثِ أَصَابِعَ وَيَلْعَقُ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يَمْسَحَهَا

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam makan dengan tiga jari, dan beliau menjilati (jari)nya sebelum membersihkannya.

[HR. Muslim]

Oleh karena itu, jika memungkinkan, maka dianjurkan untuk meniru Adab Rasulullah ketika makan dan minum, yaitu makan dengan tiga jari. Jika tidak memungkinkan maka boleh dengan sendok ataupun garpu.

10. Mengambil Suapan yang Terjatuh

Setiap makanan dan minuman yang halal pasti mengandung keberkahan di dalamnya. Dari keberkahan itulah makanan akan menjadi energi yang digunakan untuk ketaatan kepada Allah subhanahu wata'ala.

Sayangnya, kita tidak tahu dimana letak keberkahan makanan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi kita untuk menghabiskan makanan dan minuman yang kita konsumsi sampai bersih.

Apabila suapan makanan kita terjatuh, maka hendaknya kita bersihkan makanan tersebut lalu memakan bagiannya yang masih bersih. Bahkan apabila masih ada sisa makanan yang menempel pada jari maka dianjurkan untuk menjilatnya terlebih dahulu sebelum membersihkannya dengan serbet atau tisu.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

إِذَا وَقَعَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيَأْخُذْهَا، فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى وَلْيَأْكُلْهَا، وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ، وَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ بِالْمِنْدِيلِ حَتَّى يَلْعَقَ أَصَابِعَهُ، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي فِي أَيِّ طَعَامِهِ الْبَرَكَةُ

Apabila suapan makanan salah seorang diantara kalian terjatuh, maka ambilah suapan itu lalu buang bagian yang kotor dan makanlah (sisanya yang bersih). Janganlah ia membiarkan makannya dimakan setan. Dan janganlah ia membersihkan tangannya dengan serbet sebelum ia menjilati jari-jarinya terlebih dahulu, karena sesungguhnya ia tidak tahu dimanakah letak keberkahan makanannya.

[HR. Muslim]

11. Tidak Meniup Makanan atau Minuman

Diantara salah satu adab makan dan minum di dalam Islam adalah hendaknya tidak bernafas ataupun meniup makanan dan minuman yang hendak kita konsumsi. Hal ini bertujuan agar menjaga kebersihan dari makanan dan minuman tersebut. Disebutkan di dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas, ia berkata :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ

Bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam melarang bernafas di dalam bejana atau meniupnya.

[HR. Tirmidzi]

12. Makan dan Minum Sambil Duduk

Tahukah Anda? Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam pernah melarang umatnya minum sambil berdiri, disebutkan dalam sebuah hadits :

لَا يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا، فَمَنْ نَسِيَ فَلْيَسْتَقِئْ

Janganlah kalian minum sambil berdiri, barang siapa yang lupa maka hendaknya memuntahkannya.

[HR. Muslim]

Namun, di sisi lain, beliau juga terkadang minum sambil berdiri, disebutkan dalam sebuah hadits :

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْرَبُ قَائِمًا وَقَاعِدًا

Aku pernah melihat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam terkadang minum sambil berdiri, dan terkadang sambil duduk.

[HR. Tirmidzi]

Bahkan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam juga pernah membiarkan para sahabatnya makan sambil berjalan dan minum sambil berdiri, disebutkan dalam sebuah hadits dari Ibnu Umar, ia berkata :

كُنَّا نَأْكُلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَمْشِي، وَنَشْرَبُ وَنَحْنُ قِيَامٌ

Dahulu, di zaman Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam kami makan sambil berjalan, dan kami minum sambil berdiri

[HR. Tirmidzi]

Hadits-hadits tersebut tampak bertentangan. Di sisi lain beliau melarang untuk minum sambil berdiri, tetapi di sisi lain beliau terkadang minum sambil berdiri bahkan membiarkan para sahabatnya makan dan minum sambil berdiri.

Lantas, bagaimana kita menyikapi hadits-hadits tersebut?

Menurut penjelasan para ulama, makan ataupun minum sambil berdiri adalah makruh tanzih, bukan haram. Oleh karena itu, jika makan dan minum sambil duduk tidak memungkinkan maka tidak masalah melakukannya sambil berdiri. Akan tetapi, jika dilakukan sambil duduk maka itulah yang lebih baik.

Demikianlah penjelasan tentang adab makan dan minum Rasulullah yang beliau ajarkan untuk umatnya. Semoga kita dapat menerapkan adab-adab tersebut setiap kita mengonsumsi makanan dan minuman setiap hari.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Adab Makan dan Minum Rasulullah"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan komentar yang mencerminkan seorang muslim yang baik :)