Nasehat Quran

Hadits Tentang Keutamaan Dzikir dan Doa

Hadits Tentang Keutamaan Dzikir
Bismillah, Segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, serta para pengikutnya.

Dzikir dan doa merupakan ibadah yang seharusnya menjadi rutinitas harian setiap muslim. Allah subhanahu wata’ala telah memerintahkan kepada kita untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya sebanyak-banyaknya dan juga berdoa kepada-Nya.

Sebelum kita mengetahui hadits-hadits tentang dzikir dan doa, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu, ayat-ayat dalam Al-Quran tentang perintah dzikir dan berdoa beserta keutaman dzikir dan doa.

Ayat-ayat Al-Quran Tentang Dzikir

Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Quran yang memerintahkan kita untuk berdzikir. Berikut ini ayat-ayat dalam Al-Quran yang menunjukkan bahwa kita diperintahkan oleh Allah untuk senantiasa berdzikir mengingat dan menyebut nama-Nya. Allah ta’ala berfirman :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. [QS. Al-Baqarah ayat 152]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. [QS. Al-Ahzab ayat 41-42]

وَاذْكُر رَّبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari [QS. Ali Imran ayat 41]

فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا 

Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu [QS. Al-Baqarah ayat 200]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah [QS. Al-Munafiqun ayat 9]

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. [QS. Al-A’raf ayat 205]

Selain ayat tentang perintah berdzikir, di dalam Al-Quran juga terdapat keutamaan bagi mereka yang senatiasa berdzikir. Allah ta’ala berfirman :

وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ 

Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain) [QS. Al-Ankabut ayat 45]

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. [QS. Al-Ahzab ayat 35]

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring [QS. Ali Imran ayat 191]

إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ 

Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya [QS. Fatir ayat 10]

Ayat-ayat Al-Quran Tentang Doa

Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kita untuk berdoa. Allah ta’ala berfirman :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". [QS. Ghafir ayat 60]

Ayat di atas menunjukkan bahwa apabila kita berdoa kepada Allah maka Allah akan mengabulkannya dan apabila kita menyombongkan diri dan tidak mau berdoa kepada Allah maka Allah akan memasukkan ke dalam neraka jahannam dalam keadaan hina.

Selain itu, ketika kita berdoa maka kita harus yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa kita. Karena Allah itu Maha Dekat dan Dia akan mengabulkan doa kita apabila kita berdoa kepada-Nya. Allah ta’ala berfirman :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. [QS. Al-Baqarah ayat 186]

Hadits-hadits Tentang Keutamaan Dzikir

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan yang tidak berdzikir seperti orang yang hidup dan mati. [HR. Bukhari no. 6407]

مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Perumpamaan rumah yang digunakan untuk berdzikir dan rumah yang tidak digunakan untuk berdzikir seperti orang yang hidup dan mati. [HR. Muslim no. 779]

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah suatu kaum duduk (di suatu majelis) yang mana mereka berdzikir kepada Allah azza wa jalla kecuali mereka akan dinaungi para Malaikat dan diliputi rahmat, ketenangan akan turun kepada mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat. [HR. Muslim no. 2700]

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسِيرُ فِي طَرِيقِ مَكَّةَ، فَمَرَّ عَلَى جَبَلٍ يُقَالُ لَهُ جُمْدَانُ فَقَالَ: سِيرُوا هَذَا جُمْدَانُ سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ قَالُوا: وَمَا الْمُفَرِّدُونَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: الذَّاكِرُونَ اللهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ

Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam pernah menelusuri sebuah jalan di kota Mekah, sampai beliau melewati sebuah gunung yang disebut dengan nama Jumdan. Lalu beliau bersabda : “Berjalanlah kalian. Ini gunung Jumdan, al-mufarridun telah mendahului.” Para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, siapakah al-mufarridun itu?” Beliau menjawab : “Mereka adalah lelaki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah.” [HR. Muslim no. 2676]

إِنَّ لِلهِ مَلَائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ، فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللهَ تَنَادَوْا: هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ، قَالَ: فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، قَالَ: فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ مِنْهُمْ: مَا يَقُولُ عِبَادِي؟ قَالُوا: يَقُولُونَ: يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيُمَجِّدُونَكَ، قَالَ: فَيَقُولُ: هَلْ رَأَوْنِي؟ قَالَ: فَيَقُولُونَ: لَا وَاللهِ مَا رَأَوْكَ، قَالَ: فَيَقُولُ: وَكَيْفَ لَوْ رَأَوْنِي؟ قَالَ: يَقُولُونَ: لَوْ رَأَوْكَ كَانُوا أَشَدَّ لَكَ عِبَادَةً وَأَشَدَّ لَكَ تَمْجِيدًا وَأَكْثَرَ لَكَ تَسْبِيحًا، قَالَ: يَقُولُ: فَمَا يَسْأَلُونِي؟ قَالَ: يَسْأَلُونَكَ الْجَنَّةَ؟ قَالَ: يَقُولُ: وَهَلْ رَأَوْهَا؟ قَالَ: يَقُولُونَ: لَا وَاللهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا، قَالَ: يَقُولُ: فَكَيْفَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا؟ قَالَ: يَقُولُونَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ عَلَيْهَا حِرْصًا وَأَشَدَّ لَهَا طَلَبًا، وَأَعْظَمَ فِيهَا رَغْبَةً، قَالَ: فَمِمَّ يَتَعَوَّذُونَ؟ قَالَ: يَقُولُونَ: مِنَ النَّارِ؟ قَالَ: يَقُولُ: وَهَلْ رَأَوْهَا؟ قَالَ: يَقُولُونَ: لَا وَاللهِ مَا رَأَوْهَا، قَالَ: يَقُولُ: فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا؟ قَالَ: يَقُولُونَ: لَوْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَارًا وَأَشَدَّ لَهَا مَخَافَةً، قَالَ: فَيَقُولُ: فَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ، قَالَ: يَقُولُ مَلَكٌ مِنَ الْمَلَائِكَةِ: فِيهِمْ فُلَانٌ لَيْسَ مِنْهُمْ إِنَّمَا جَاءَ لِحَاجَةٍ، قَالَ: هُمُ الْجُلَسَاءُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ

Sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang berkeliling di jalan-jalan mencari ahli dzikir, apabila mereka menjumpai kaum yang berdzikir kepada Allah maka mereka berseru : “Kemarilah menuju hajat kalian!”

Lalu Nabi bersabda : Merekapun mendatangi kaum tersebut dengan sayap-sayap mereka hingga langit dunia.

Nabi bersabda : Maka Rabb mereka bertanya kepada mereka - padahal Dia lebih tahu dari pada mereka - : “Apa yang dikatakan para hamba-Ku?”

Beliau bersabda : Para malaikat menjawab : “Mereka bertasbih, bertakbir, bertahmid, dan bertamjid kepada-Mu.”

Beliau bersabda : Allah ta’ala berfirman : “Apakah mereka melihat-Ku?”

Beliau bersabda : Para malaikat menjawab : “Tidak dem Allah, mereka tidak melihat-Mu.”

Beliau bersabda : Allah ta’ala berfirman : “Bagaimana jika mereka melihat-Ku?”

Beliau bersabda : Para malaikat menjawab : “Seandainya mereka melihat-Mu, tentu mereka akan lebih semangat dalam beribadah, lebih semangat memuji-Mu dan lebih banyak bertasbih kepada-Mu.”

Beliau bersabda : Allah ta’ala berfirman : “Apa yang mereka minta dari-Ku?”

Beliau bersabda : Para malaikat menjawab : “Mereka meminta surga dari-Mu.”

Beliau bersabda : Allah ta’ala berfirman : “Apakah mereka sudah melihat surga?”

Beliau bersabda : Para malaikat menjawab : “Belum. Demi Allah mereka belum melihatnya.”

Beliau bersabda : Allah ta’ala berfirman : “Bagaimana jika mereka sudah melihatnya?”

Beliau bersabda : Para malaikat menjawab : “Seandainya mereka telah melihatnya tentu mereka akan lebih berambisi untuk masuk ke dalam surga, lebih semangat dalam mencari surga, dan lebih besar berharapnya masuk ke dalam surga.”

Beliau bersabda : Allah ta’ala berfirman : “Lalu dari apa mereka meminta perlindungan?”

Beliau bersabda : Para malaikat menjawab : “Dari api neraka.”

Beliau bersabda : Allah ta’ala berfirman : “Apakah mereka telah melihatnya.”

Beliau bersabda : Para malaikat menjawab : “Tidak, demi Allah mereka belum melihatnya.”

Beliau bersabda : Allah ta’ala berfirman : “Bagaimana jika mereka telah melihatnya?”

Beliau bersabda : Para malaikat menjawab : “Seandainya mereka telah melihatnya, maka mereka akan lebih menjauh dan takut darinya.”

Beliau bersabda : Allah ta’ala berfirman : “Saksikanlah, sesungguhnya aku telah mengampuni mereka.”

Beliau bersabda : Salah satu malaikat ada yang bertanya : “Di tengah-tengah mereka ada yang tidak termasuk dari mereka, dan ia datang hanya untuk suatu keperluan.”

Beliau bersabda : Allah ta’ala menjawab : “Para ahli dzikir dan orang-orang yang duduk bersama mereka tidak akan pernah celaka.” [HR. Bukhari no. 6408]

أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ، فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ، قَالَ: لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

Sesungguhnya ada seorang lelaki bertanya pada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam sangatlah banyak bagiku, maka beritahu kepadaku sesuatu yang dapat aku amalkan.” Maka beliau shallallaahu 'alaihi wasallam menjawab : “Janganlah berhenti membasahi lisanmu dengan berdzikir kepada Allah.” [HR. Tirmidzi no. 3375]

عَنْ ‌أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ : خَرَجَ ‌مُعَاوِيَةُ عَلَى حَلْقَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ: مَا أَجْلَسَكُمْ؟ قَالُوا: جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللهَ قَالَ: آللهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ؟ قَالُوا: وَاللهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ قَالَ: أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ، وَمَا كَانَ أَحَدٌ بِمَنْزِلَتِي مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَلَّ عَنْهُ حَدِيثًا مِنِّي، وَإِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ: مَا أَجْلَسَكُمْ؟ قَالُوا: جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللهَ، وَنَحْمَدُهُ عَلَى مَا هَدَانَا لِلْإِسْلَامِ، وَمَنَّ بِهِ عَلَيْنَا قَالَ: آللهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ؟ قَالُوا: وَاللهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ قَالَ: أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ، وَلَكِنَّهُ أَتَانِي جِبْرِيلُ فَأَخْبَرَنِي أَنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِي بِكُمُ الْمَلَائِكَةَ

Dari Abu Sa’id Al-Khudriyyi ia berkata : Mu’awiyah keluar menuju halaqah di masjid, lalu ia bertanya : “Apa yang membuat kalian duduk-duduk di sini?”

Mereka menjawab : “Kami duduk untuk berdzikir kepada Allah.”

Mu’awiyah bertanya : “Demi Allah, apakah tidak ada yang mendorong kalian untuk duduk kecuali karena hal tersebut?”

Mereka menjawab : “Demi Allah, kami tidak duduk kecuali karena hal tersebut.”

Mu’awiyah berkata : “Aku tidak meminta kalian bersumpah karena ketidakpercayaanku pada kalian. Tidak seorangpun dari kalian yang memiliki kedudukan di hadapan Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam sepertiku yang lebih sedikit dalam menukil hadits dari beliau dibandingkan aku. Sesungguhnya Nabi pernah keluar menuju halaqah para sahabatnya seraya bertanya : “Apa yang membuat kalian duduk-duduk di sini?”

Para sahabat menjawab : “Kami duduk untuk berdzikir kepada Allah, dan memuji-Nya karena Dia telah memberikan hidayah Islam dan menganugerahkannya kepada kami.”

Kemudian beliau bertanya : “Demi Allah, apakah tidak ada yang mendorong kalian untuk duduk kecuali karena hal tersebut?”

Mereka menjawab : “Demi Allah, kami tidak duduk kecuali karena hal tersebut.”

Beliau bersabda : “Aku tidak meminta kalian untuk bersumpah karena ketidakpercayaanku pada kalian. Namun Jibril telah datang kepadaku dan memberitahu kepadaku bahwa Allah membanggakan kalian di hadapan para malaikat. [HR. Muslim no. 2701]

أَنَا ‌عِنْدَ ‌ظَنِّ ‌عَبْدِي ‌بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ

Allah azza wajalla berfirman : “Sesungguhnya Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, Akupun mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia menyebut nama-Ku dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari pada mereka. [HR. Bukhari no. 7405]

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالوَرِقِ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ؟ قَالُوا: بَلَى. قَالَ: ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى

“Maukah kalian aku tunjukkan amalan yang paling baik, dan paling suci di sisi Rajamu (Allah) dan paling dapat mengangkat derajatmu serta lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian dari pada kalian bertemu dengan musuh lalu kalian penggal leher mereka atau mereka memenggal leher kalian?” Para sahabat menjawab : “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Amalan tersebut adalah berdzikir kepada Allah.” [HR. Tirmidzi no. 3377]

Hadits-hadits Tentang Keutamaan Doa

الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ

Doa adalah ibadah. [HR. Tirmidzi no. 3247]

لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ سُبْحَانَهُ مِنَ الدُّعَاءِ

Tidak ada sesuatu yang lebih mulia bagi Allah subhanahu wata'ala selain doa. [HR. Ibnu Majah 3829]

إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Sesungguhnya siapa yang tidak meminta kepada Allah maka Allah murka kepadanya. [HR. Tirmidzi no. 3373]

يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Tuhan kita tabaaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika sepertiga malam yang akhir. Lalu Ia berfirman : “Barang siapa yang berdoa kepadaku maka aku kabulkan, barang siapa yang meminta kepadaku maka aku beri, dan barang siapa yang memohon ampun kepadaku maka aku ampuni.” [HR. Bukhari no. 7494]

  • Kitab Refrensi : Adz-Dzikru Wad-Du’a fi Dhau’il-Kitab was-Sunnah oleh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr.

Berlangganan untuk menerima pembaruan email gratis:

0 Response to "Hadits Tentang Keutamaan Dzikir dan Doa"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan komentar yang mencerminkan seorang muslim yang baik :)