Kumpulan Hadits Tentang Keutamaan Wudhu dalam Islam


Kumpulan Hadits Tentang Keutamaan Wudhu
Hadits Shahih Tentang Keutamaan Wudhu
Wudhu adalah salah satu syariat dalam Islam yang merupakan syarat untuk melaksanakan ibadah shalat dan thawaf mengelilingi ka’bah. Tahukah Anda? Ternyata banyak sekali keutamaan wudhu yang jarang kita ketahui. Berikut ini akan kita kaji bersama hadits-hadits tentang keutamaan wudhu, mulai dari keutamaan menjaga wudhu, menyempurnakan wudhu, keutamaan wudhu ketika di hari kiamat dan lain sebagainya.

1. Keutamaan Wudhu Kelak di Hari Kiamat

إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ القِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الوُضُوءِ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ

Sesungguhnya umatku akan dipanggil di hari kiamat dengan wajah bersinar berseri-seri karena bekas air wudhu, maka barang siapa diantara kalian yang mampu memanjangkan cahaya wajahnya maka lakukanlah
[HR. Bukhari : 136]

إِنَّ حَوْضِي أَبْعَدُ مِنْ أَيْلَةَ مِنْ عَدَنٍ لَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ الثَّلْجِ، وَأَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ بِاللَّبَنِ، وَلَآنِيَتُهُ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ النُّجُومِ وَإِنِّي لَأَصُدُّ النَّاسَ عَنْهُ، كَمَا يَصُدُّ الرَّجُلُ إِبِلَ النَّاسِ عَنْ حَوْضِهِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ أَتَعْرِفُنَا يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: نَعَمْ لَكُمْ سِيمَا لَيْسَتْ لِأَحَدٍ مِنَ الْأُمَمِ تَرِدُونَ عَلَيَّ غُرًّا، مُحَجَّلِينَ مِنْ أَثَرِ الْوُضُوءِ
 
Sesungguhnya telagaku lebih jauh dari pada jarak dari Ailah hingga Adn. Dan ia lebih putih dari pada salju, dan lebih manis dari pada madu yang dicampur susu. Dan niscaya cangkir-cangkirnya lebih banyak dari pada jumlah bintang. Sesungguhnya aku menghalau manusia darinya sebagaimana seorang laki-laki menghalau unta orang lain dari telaganya.
Para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah engkau mengenal kami pada saat itu?”
Beliau menjawab : “Ya, kalian memiliki tanda yang tidak dimiliki oleh umat-umat lain. Kalian datang kepadaku dengan keadaan bersinar dan berseri-seri karena bekas air wudhu.”
[HR. Muslim : 247]
 

2. Keutamaan Menyempurnakan Wudhu Ketika Hendak Shalat

لاَ يَتَوَضَّأُ رَجُلٌ يُحْسِنُ وُضُوءَهُ، وَيُصَلِّي الصَّلاَةَ، إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الصَّلاَةِ حَتَّى يُصَلِّيَهَا
 
Tidaklah seorang lelaki yang berwudu dengan memperbagus wudhunya lalu melaksanakan shalat kecuali ia diampuni dosanya di antara wudhunya itu hingga ia mengerjakan sholat
[HR. Bukhari : 160]
 
مَا مِنَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا، إِلَّا كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ
 
Tidaklah seorang muslim ketika masuk waktu shalat wajib lalu ia sempurnakan wudhunya, khusyuknya, dan rukuknya melainkan hal itu menjadi pelebur dosa-dosa yang telah ia kerjakan sebelumnya selama ia tidak melakukan dosa besar. Dan hal itu berlaku disetiap waktu.
[HR. Muslim : 228]
 
مَنْ أَتَمَّ الْوُضُوءَ كَمَا أَمَرَهُ اللهُ تَعَالَى، فَالصَّلَوَاتُ الْمَكْتُوبَاتُ كَفَّارَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ
 
Barang siapa yang menyempurnakan wudhu sebagaimana yang Allah perintahkan maka sholat-sholat wajib yang ia kerjakan adalah pelebur dosa diantara sholat-sholat tersebut
[HR. Muslim : 231]
 
مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ يُقْبِلُ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
 
Barang siapa yang berwudhu dengan wudhu yang baik, kemudian ia melaksanakan shalat dua rakaat dengan hati yang khusyuk maka wajib baginya mendapatkan surga
[HR. Nasa’iy : 151]
 

3. Wudhu dapat Melebur Dosa Anggota Tubuh yang Terkena Air Wudhu

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ، حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ
 
Barang siapa yang berwudhu dengan bagus maka gugurlah kesalahan-kesalahannya dari badannya hingga gugur keluar dari bawah kuku-kukunya.
[HR. Muslim : 245]
 
مَا مِنْكُمْ رَجُلٌ يُقَرِّبُ وَضُوءَهُ فَيَتَمَضْمَضُ، وَيَسْتَنْشِقُ فَيَنْتَثِرُ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا وَجْهِهِ، وَفِيهِ وَخَيَاشِيمِهِ، ثُمَّ إِذَا غَسَلَ وَجْهَهُ كَمَا أَمَرَهُ اللهُ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا وَجْهِهِ مِنْ أَطْرَافِ لِحْيَتِهِ مَعَ الْمَاءِ، ثُمَّ يَغْسِلُ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا يَدَيْهِ مِنْ أَنَامِلِهِ مَعَ الْمَاءِ، ثُمَّ يَمْسَحُ رَأْسَهُ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا رَأْسِهِ مِنْ أَطْرَافِ شَعْرِهِ مَعَ الْمَاءِ، ثُمَّ يَغْسِلُ قَدَمَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا رِجْلَيْهِ مِنْ أَنَامِلِهِ مَعَ الْمَاءِ، فَإِنْ هُوَ قَامَ فَصَلَّى، فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَمَجَّدَهُ بِالَّذِي هُوَ لَهُ أَهْلٌ، وَفَرَّغَ قَلْبَهُ لِلَّهِ، إِلَّا انْصَرَفَ مِنْ خَطِيئَتِهِ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
 
Tidaklah salah seorang dari kalian yang menyempurnakan wudhu, lalu ia berkumur dan menghirup air ke dalam hidung lalu menghembuskannya kecuali leburlah dosa-dosa dari wajahnya, bibirnya dan hidungnya.
Kemudian apabila ia membasuh wajahnya sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah, niscaya leburlah dosa-dosa yang ada di wajanya bersama air dari ujung-ujung jenggotnya.
Dan tidaklah ia membasuh kepalanya kecuali dosa-dosa  di kepalanya ikut lebur bersama air dari ujung-ujung rambutnya.
Dan tidaklah ia membasuh kedua kakinya hingga mata kaki kecuali dosa-dosa kedua kakinya juga ikut lebur bersama air dari jari-jari kakinya.
Dan apabila ia berdiri melaksanakan sholat lalu memuji Allah serta menyanjung-Nya dan juga memujinya dengan sesuatu yang memang Dialah yang berhak atas pujian tersebut lalu ia fokuskan hatinya semata-mata untuk Allah, maka niscaya ia akan terbebas dari dosa-dosanya sebagaimana hari ia dilahirkan oleh ibunya.
[HR. Muslim : 832]
 

4. Wudhu Dapat Melepaskan Ikatan Setan Ketika Tidur

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ، فَارْقُدْ فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ
 
Setan mengikat tengkuk kepala salah seorang diantara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan dan ketika setan itu mengikatnya ia mengatakan bahwa malam masih sangat panjang (maka tidurlah terus dengan nyenyak). Lalu apabila ia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan. Jika kemudian ia berwudhu maka lepaslah ikatan yang lain. Apabila ia melaksanakan shalat maka lepaslah satu ikatan lagi. Maka pada pagi harinya ia akan merasakan semangat dan kesegaran jiwa. Namun, apabila ia tidak melakukan hal itu maka ia akan merasa tidak segar dan bermalas-malasan.
[HR. Bukhari : 1142]
 

5. Bersuci Adalah Bagian dari Keimanan

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
 
Bersuci adalah setengah dari keimanan
[HR. Muslim : 223]
 

6. Keutamaan Membaca Syahadat Setelah Berwudhu

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ - أَوْ فَيُسْبِغُ - الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ
 
Tidaklah salah seorang diantara kalian yang berwudhu lalu ia sempurnakan wudhunya kemudian ia mengucapkan “Asyhadu al-laa ilaaha illalloh, wa anna muhammadan ‘abduhu warosuuluh” melainkan dibukakan baginya delapan pintu surga yang bisa ia masuki dari mana yang ia inginkan.
[HR. Muslim : 234]
 
مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ، فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ
 
Barang siapa yang berudhu dengan wudhu yang baik kemudian ia mengucapkan “Asyhadu al-laa ilaaha illalloh, wa anna muhammadan ‘abduhu warosuuluh, Allahummaj-‘alnii minat-tawwaabiin, waj-‘alnii minal-mutathohhiriin” maka dibukakan baginya delapan pintu surga yang bisa ia masiki dari mana yang ia inginkan
[HR. Tirmidzi : 55]
 

7. Wudhu Adalah Amalan Penghapus Dosa dan Mengankat Derajat

أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ
 
Maukah kalian aku tunjukkan pada suatu amalan agar Allah hapuskan dosa-dosa dan Allah angkat derajatnya?
Para sahabat berkata : “Tentu wahai Rasulullah.”
Beliau menjawab : “Yaitu menyempurnakan wudhu pada anggota tubuh yang tidak disukai, memperbanyak langkah menuju masjid, dan menunggu sholat berikutnya setelah sholat, maka itulah ribath
[HR. Muslim : 251]
 

8. Keutamaan Tidur dalam Keadaan Berwudhu

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَبِيتُ عَلَى ذِكْرٍ طَاهِرًا، فَيَتَعَارُّ مِنَ اللَّيْلِ فَيَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
 
Tidaklah seorang muslim tidur dalam keadaan telah berdzikir dan suci, lalu ia bangun disebagian malam dan meminta kepada Allah kebaikan di dunia dan di akhirat kecuali Allah akan memberinya.
[HR. Abu Dawud : 5042]
 
مَا مِنْ عَبْدٍ بَاتَ عَلَى طُهُورٍ، ثُمَّ تَعَارَّ مِنَ اللَّيْلِ فَسَأَلَ اللَّهَ شَيْئًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا، أَوْ مِنْ أَمْرِ الْآخِرَةِ، إِلَّا أَعْطَاهُ
 
Tidaklah seorang hamba yang bermalam dalam keadaan suci, kemudian terbangun di malam hari lalu ia meminta sesuatu kepada Allah tentang perkara dunia atau perkara akhirat, melainkan Allah akan memberinya.
[HR. Ibnu Majah : 3881]
 

9. Keutamaan Wudhu Dilanjut Shalat Kemudian Beristighfar

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا، ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ، ثُمَّ يُصَلِّي، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ

Tidaklah seorang lelaki melakukan perbuatan dosa, kemudian ia berdiri dan bersuci, kemudian melaksanakan shalat, kemudian memohon ampun kepada Allah melainkan Allah berikan ampunan kepadanya
[HR. Tirmidzi : 406]
 

10. Keutamaan Wudhu Sesuai Sunnah

مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ نَفْسَهُ فِيهِمَا بِشَيْءٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
 
Barang siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua rakaat dan dia tidak berbicara pada dirinya diantara keduanya (khusyuk) maka diampunilah dosanya yang lalu.
[HR. Nasa’iy : 84]
 

11. Wudhu Adalah Perhiasannya Seorang Mukmin

Dari Abu Hazim ia mengatakan : Aku di belakang Abu Hurairah, saat ia sedang berwudhu untuk shalat. Ia membasuh kedua tangannya sampai ketiaknya. Aku pun bertanya kepadanya : “Wahai Abu Hurairah, wudhu macam apa ini?”
Ia menjawab : “Wahai Bani Farrukh, kalian disini? Andai aku tahu kalian di sini, aku tidak akan wudhu seperti ini. (Aku wudhu seperti ini karena) aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
تَبْلُغُ حِلْيَةُ الْمُؤْمِنِ حَيْثُ يَبْلُغُ الْوُضُوءُ
 
Hiasan seorang mukmin (di akhirat kelak) adalah sampai mana badannya terbasuh air wudhu.
[HR. Nasa’iy : 149]
 

12. Keutamaan Menjaga Wudhu

اسْتَقِيمُوا، وَلَنْ تُحْصُوا، وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةَ، وَلَا يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ
 
Istiqamahlah kalian, dan jangan pernah menghitungnya. Ingatlah bahwa amal terbaik kalian adalah shalat, dan tidaklah menjaga wudhu kecuali orang yang beriman.
[HR. Ibnu Majah : 277]
 

13. Allah Memuji Orang yang Bersuci

يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ، إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَثْنَى عَلَيْكُمْ فِي الطُّهُورِ، فَمَا طُهُورُكُمْ؟ قَالُوا: نَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ، وَنَغْتَسِلُ مِنَ الْجَنَابَةِ، وَنَسْتَنْجِي بِالْمَاءِ. قَالَ: فَهُوَ ذَاكَ، فَعَلَيْكُمُوهُ
 
Wahai kaum Anshar, sesungguhnya Allah telah memuji kalian dalam perkara bersuci, maka bagaimana kalian bersuci?
Para sahabat menjawab : “Kami berwudhu untuk sholat, mandi besar dan beristinja’ dengan air.”
Maka beliau bersabda : “Apa yang sekarang kalian lakukan maka lakukanlah terus.”
[HR. Ibnu Majah : 355]
 
Demikianlah artikel kumpulan hadits-hadits shahih tentang keutamaan wudhu semoga bermanfaat.
Oleh : Adam Rizkala

Berlangganan untuk menerima pembaruan email gratis:

0 Response to "Kumpulan Hadits Tentang Keutamaan Wudhu dalam Islam"

Posting Komentar